Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Polri Diminta Usut Tuntas Dalang Teror Pegiat Media Sosial

Rahmatul Fajri
01/1/2026 09:07
Polri Diminta Usut Tuntas Dalang Teror Pegiat Media Sosial
Ilustrasi.(AFP/JOE RAEDLE)

POLITIKUS PDI Perjuangan, Guntur Romli, mengecam serangkaian aksi teror yang menimpa para pegiat media sosial dan konten kreator belakangan ini. Guntur menilai, tindakan intimidasi tersebut merupakan upaya pengecut untuk membungkam kritik di ruang publik.

Pernyataan ini muncul menyusul adanya laporan aksi teror berupa pengiriman bangkai ayam hingga pelemparan bom molotov yang menyasar kediaman sejumlah influencer. Menurut Guntur, tindakan ini menunjukkan ketidaksiapan pihak tertentu dalam berdemokrasi.

"Teror adalah tindakan pengecut. Tujuannya untuk membungkam kritik. Ini adalah respons yang menunjukkan ketidaksiapan dalam berdemokrasi dan memegang amanah kekuasaan," tegas Guntur melalui keterangannya, Rabu (31/12).

Guntur mengingatkan bahwa dalam sistem demokrasi, suara rakyat sekecil apa pun itu harus dihargai sebagai kedaulatan tertinggi.

"Akhirnya terjadi penyalahgunaan kekuasaan untuk menebarkan ancaman dan ketakutan. Ingatlah, suara dari rakyat, sekecil dan selemah apa pun harus didengar. Vox Populi Vox Dei, suara rakyat adalah suara Tuhan," lanjutnya.

Guntur mendesak kepolisian untuk bergerak cepat menangkap para pelaku. Ia menekankan bahwa kasus ini tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan saja, melainkan harus menyentuh dalang di baliknya. Ia menambahkan, jika teror terhadap warga negara yang menyuarakan pendapat dibiarkan tanpa tindakan tegas, hal tersebut akan mencederai demokrasi Indonesia yang telah dibangun dengan susah payah. 

"PDI Perjuangan mengecam tindakan teror itu. Kami meminta penegak hukum untuk bertindak cepat. Ini preseden buruk dalam kehidupan bermasyarakat kita. Harus diungkap siapa pelaku lapangan dan siapa dalangnya," kata Guntur.

Sebelumnya, tujuh konten kreator dan aktivis yang vokal mengkritik penanganan bencana di Sumatra oleh pemerintah menerima teror. DJ Donny dan Sherly Annavita menjadi sasaran teror langsung ke kediaman mereka. Rumah DJ Donny yang mendapatkan kiriman bangkai ayam dan dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal, sementara rumah Sherly mengalami vandalisme dan dilempari satu kantong telur.

Intimidasi berupa simbol kematian dialami oleh Iqbal Damanik dari Greenpeace Indonesia yang menerima kiriman bangkai ayam disertai pesan ancaman terhadap keselamatan keluarganya.

Di ranah digital, kreator konten Pitengz dan Virdian Aurellio mengalami serangan yang sangat personal, mulai dari peretasan akun, pembajakan SIM card, hingga aksi doxing yang menyasar anggota keluarga mereka.

Bentuk tekanan lain juga dialami oleh aktor Yama Carlos melalui berbagai ancaman usai mengunggah konten satire, serta Axel Christian yang secara mendadak mengunggah permintaan maaf setelah konten kritiknya terhadap Kementerian Sosial viral yang diduga kuat terjadi akibat adanya tekanan hebat di balik layar. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya