Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TEROR bom molotov yang menyasar rumah influencer DJ Donny atau Ramond Dony Adam terjadi pada Rabu dini hari (31/12). Aksi tersebut merupakan rangkaian ancaman yang diterima Donny dalam beberapa hari terakhir sebelum akhirnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
Peristiwa bermula pada dini hari, ketika dua orang pria tak dikenal mendatangi rumah Donny di kawasan Jakarta. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), keduanya berjalan ke arah rumah korban dengan mengenakan masker. Satu orang memakai jas hujan plastik dan topi, sementara satu lainnya mengenakan jaket hitam.
Dalam rekaman tersebut, pria yang mengenakan jas hujan plastik terlihat melempar bom molotov ke arah rumah Donny. Usai melempar bom molotov, kedua pelaku langsung berhamburan lari meninggalkan lokasi.
Akibat kejadian itu, kaca rumah Donny pecah dan sisa bom molotov masih ditemukan di lokasi kejadian. Donny mengaku tidak mengubah kondisi tempat kejadian perkara (TKP) sebelum melapor ke pihak kepolisian.
“Jadi pecahan kaca dan pecahan bom molotovnya masih ada di rumah saya. Masih ada di rumah saya, belum saya apa-apain di TKP-nya, makanya saya mau lapor dulu,” kata Donny di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (31/12).
Setelah kejadian tersebut, Donny melaporkan teror yang dialaminya ke Polda Metro Jaya. Laporannya teregister dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 31 Desember 2025. Terlapor yang masih dalam penyelidikan dipersangkakan melanggar Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan/atau Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 356 KUHP.
Dalam laporannya, Donny turut melampirkan rekaman CCTV yang sebelumnya telah diunggah melalui akun media sosial pribadinya. Donny menilai aksi pelemparan bom molotov tersebut bukan sekadar ancaman personal, melainkan sudah membahayakan orang lain di sekitarnya.
"Menurut tindakan ini sudah bukan hanya merugikan diri saya, tapi juga mengancam keamanan keluarga. Bukan hanya keluarga, tapi orang sekitar,” ungkapnya.
Teror bom molotov ini diketahui merupakan ancaman kedua yang diterima Donny. Sebelumnya, pada Senin pagi, 29 Desember 2025, Donny dan keluarganya menerima paket berisi bangkai ayam disertai ancaman.
“Saya buka, isinya rupanya bangkai ayam. Ayam dipotong kepalanya, dan ada tulisan ancaman, ‘Kalau kamu masih berbicara, masih apa, jaga ucapanmu di sosial media, kalau masih, masih bla bla bla bla, kamu akan seperti ayam ini.’ Terus ada foto saya, terus di leher saya di kayak diiris gitu, dipotong,” beber Donny.
Atas rangkaian ancaman tersebut, Donny memutuskan menempuh jalur hukum karena menilai teror yang diterimanya sudah berpotensi membahayakan publik.
"Kalau ancaman masih berupa tulisan, menurut saya enggak usah dilaporkanlah, gitu, loh kan,” ucapnya.
Mantan calon anggota legislatif DPR RI dari PDI Perjuangan itu berharap kepolisian segera mengungkap kasus ini dan menangkap para pelaku.
"Maksud saya, ini harus diungkap segera. Kalau enggak diungkap, nanti persepsi publik terhadap pemerintah jadi buruk," pungkas dia.
Hingga kini, motif pelaku masih belum diketahui. Namun, peristiwa teror ini terjadi setelah Donny mengkritisi penanganan bencana Sumatra. (P-4)
SEJUMLAH aktivis lingkungan dan kreator konten resmi melaporkan serangkaian aksi teror dan intimidasi yang mereka alami ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Rabu (14/1/2026).
Kasus ini bermula saat DJ Donny melaporkan serangkaian teror fisik di rumahnya yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Persoalan ini dipandang sebagai momentum untuk mendewasakan diri dalam berbangsa.
Pihak dari pemerintah atau yang merasa diri bagian dan penguasa? Itulah yang harus diungkap oleh jajaran pemerintahan Prabowo Subianto. Mampukah mereka?
Dalam persidangan, terlihat juga istri Nadiem, Franka Franklin, serta ibunda Nadiem, Atika Algadrie, yang sudah hadir dan menyambut Nadiem sejak masuk ke ruang sidang.
LPSK membuka peluang perlindungan bagi aktivis dan influencer yang diduga mengalami intimidasi dan teror usai menyampaikan kritik, termasuk teror fisik dan digital.
Masa depan persepsi politik publik sangat bergantung pada literasi media dan kesadaran kritis masyarakat.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mendukung penuh instruksi pihak Istana kepada Polri untuk menginvestigasi rangkaian teror yang menimpa sejumlah aktivis dan influencer.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta pihak kepolisian segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap dalang di balik aksi intimidasi tersebut.
KEBEBASAN berpendapat di media sosial menjadi salah satu wujud nyata demokrasi di era digital.
Pihak dari pemerintah atau yang merasa diri bagian dan penguasa? Itulah yang harus diungkap oleh jajaran pemerintahan Prabowo Subianto. Mampukah mereka?
LPSK membuka peluang perlindungan bagi aktivis dan influencer yang diduga mengalami intimidasi dan teror usai menyampaikan kritik, termasuk teror fisik dan digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved