Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Istana Desak Investigasi Menyeluruh Terkait Teror terhadap Influencer

Golda Eksa
07/1/2026 17:01
Istana Desak Investigasi Menyeluruh Terkait Teror terhadap Influencer
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi .(MI/Susanto)

PEMERINTAH menegaskan komitmennya dalam menjaga ruang demokrasi dengan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan teror yang menimpa pemengaruh (influencer) yang kerap melontarkan kritik terhadap kebijakan negara.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa segala bentuk intimidasi terhadap warga negara yang menyampaikan pendapat tidak dapat dibenarkan. Ia meminta pihak berwenang segera melakukan investigasi mendalam atas kejadian tersebut.

"Kita minta semua dilakukan investigasi ya," tegas Prasetyo saat ditemui di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).

Kedewasaan Berdemokrasi
Prasetyo menekankan bahwa kritik, masukan, maupun koreksi terhadap pemerintah merupakan bagian penting dari proses pembangunan. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan melalui jalur komunikasi yang semestinya.

Ia memandang persoalan ini sebagai momentum untuk mendewasakan diri dalam berbangsa. Perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan melalui dialog, bukan melalui tekanan atau intimidasi.

"Marilah kemudian kita menjadikan masalah itu kalau kami ya berpendapat bahwa itu bagian dari kita mendewasakan diri sebagai bangsa gitu ya. Artinya kalau ada sesuatu ya mungkin disampaikan dengan baik ya. Tidak ada masalah juga," tambahnya.

Keprihatinan Presiden
Dugaan praktik teror ini rupanya telah sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto. Prasetyo mengungkapkan bahwa Kepala Negara menaruh perhatian serius dan merasa prihatin atas insiden yang mencederai iklim demokrasi tersebut.

"Iya dong (Presiden prihatin), masa hari begini masih ada begitu-begitu," ucap Prasetyo singkat.

Kronologi Teror
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menerima laporan resmi dari pemengaruh Ramon Dony Adam, atau yang lebih dikenal sebagai DJ Donny. Donny melaporkan serangkaian tindakan teror fisik yang dialaminya di kediamannya pada akhir Desember lalu.

Tindakan intimidasi tersebut meliputi pengiriman bangkai binatang hingga pelemparan bom molotov yang terekam oleh kamera pengawas (CCTV).

"Jadi, kemarin saya dapat teror, dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Lalu, semalam jam 3.00 WIB, di CCTV terekam orang melempar molotov ke rumah saya," ungkap Donny saat melaporkan kasusnya di Polda Metro Jaya, Rabu (31/12).

Donny menegaskan bahwa aksi tersebut sudah melampaui batas karena mengancam keselamatan keluarganya. Selain teror fisik, ia mengaku kerap menerima ancaman melalui pesan singkat dan media sosial.

"Teror telepon banyak, cuma saya enggak peduli, media sosial biasalah, di DM-DM lah, saya enggak ada masalah. Saya sendiri kan ngomongnya kasar juga, jadi enggak ada masalah," pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap dalang di balik aksi teror tersebut. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya