Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG teror terhadap konten kreator dan aktivis yang mengkritik pemerintah kembali mengemuka. Kali ini, intimidasi muncul setelah sejumlah figur publik menyuarakan kritik keras terhadap penanganan bencana di Sumatra. Rentetan teror tersebut memicu kekhawatiran publik atas kebebasan berekspresi dan demokrasi di Indonesia.
Bentuk teror yang dilaporkan beragam, mulai dari ancaman fisik, vandalisme, doxing, peretasan digital, hingga intimidasi yang menyasar keluarga korban. Berikut deretan tokoh yang dilaporkan mengalami teror usai mengkritik kebijakan pemerintah pascabencana Sumatra.
DJ Donny atau Ramond Dony Adam, dikenal sebagai musisi elektronik sekaligus konten kreator TikTok yang aktif mengkritik isu sosial dan kebijakan publik. Namanya menjadi sorotan setelah rumahnya diteror bom molotov pada Rabu dini hari (31/12).
Rekaman CCTV yang viral di media sosial memperlihatkan dua orang bertopeng beraksi di depan rumah DJ Donny sebelum melempar molotov dan melarikan diri. Teror ini diduga berkaitan dengan konten DJ Donny yang menyoroti respon pemerintah terhadap bencana Sumatra.
Sherly Annavita, influencer dan kreator konten politik-sosial, juga melaporkan serangkaian teror. Mulai dari surat ancaman, vandalisme, hingga rumah dilempari telur.
Insiden tersebut diungkap Sherly melalui video TikTok pada Selasa (30/12/2025). Dalam unggahan tersebut, ia memperlihatkan kondisi rumah dan mobilnya yang menjadi sasaran.
“Pagi ini saya keluar rumah dan mendapati satu kantong telur dilempar ke depan rumah,” ujar Sherly.
Aksi intimidasi ini terjadi tak lama setelah Sherly mengunggah kritik terkait demokrasi dan kebijakan pemerintah pascabencana.
Teror juga menimpa Iqbal Damanik, Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia. Pada Selasa (30/12), rumahnya didatangi kiriman bangkai ayam dengan pesan ancaman.
Tulisan pada secarik kertas berbunyi:
“Jagalah ucapanmu apabila Anda ingin menjaga keluargamu.”
Ancaman tersebut dinilai sebagai upaya intimidasi atas kritik Greenpeace terhadap kebijakan lingkungan dan dampak pembangunan yang memperparah bencana ekologis di Sumatra.
Konten kreator Virdian Aurellio melaporkan mengalami ancaman berulang, peretasan akun media sosial, hingga gangguan terhadap anggota keluarganya.
Teror ini muncul setelah ia mengunggah konten yang menyoroti tanggung jawab negara dalam mitigasi bencana dan perlindungan warga terdampak di Sumatra.
Aktor dan kreator konten Yama Carlos turut menjadi sasaran intimidasi. Ancaman diterimanya setelah mengunggah video kritik dan satire terkait respons pejabat pemerintah dalam menangani bencana Sumatra.
Kasus ini menunjukkan bahwa teror tidak hanya menyasar aktivis, tetapi juga figur publik dari dunia hiburan yang bersuara kritis.
Konten kreator TikTok Pitengz atau Oposipit (@piteng2.0) melaporkan teror serius berupa doxing, peretasan akun, dan pembajakan SIM card.
Dalam pengakuannya, ia menyebut bahwa ibu dan adiknya turut menjadi korban. Bahkan, ponsel adiknya diretas dan digunakan untuk menyebarkan video asusila ke grup belajar.
“Aku ditelepon pakai nomor WhatsApp ibu yang sudah diretas. Dia minta aku hapus konten satu bulan terakhir,” ungkap Pitengz.
Nama Axel Christian (@acjoo) juga menjadi perbincangan setelah ia mengunggah permintaan maaf di Instagram pada 14 Desember 2025.
Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah kontennya yang mengkritik Kementerian Sosial pascabencana Sumatra viral. Warganet menduga adanya tekanan atau intimidasi, meski belum ada klarifikasi resmi.
Rentetan teror terhadap konten kreator dan aktivis pengkritik pemerintah ini memicu kecaman luas. Publik menilai aksi intimidasi tersebut sebagai ancaman nyata terhadap kebebasan berekspresi, demokrasi, dan hak warga negara.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya perlindungan hukum bagi masyarakat yang menyampaikan kritik, khususnya dalam isu krusial seperti penanganan bencana dan kemanusiaan di Sumatra. (TikTok: @dj_donny, @officialsherlyannavita, @greepeace, @virdianaurellio, @yamacarlos_7, @piteng2.0/Instagram: @acjoo/Z-10)
Pasalnya sudah hampir tiga bulan usai bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Sumatra, sekolah-sekolah di lokasi itu masih harus belajar berlantai terpal plastik di tenda darurat.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
HARAPAN baru mulai tumbuh di tengah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian memperingatkan pemda di Sumatra Utara agar tidak menyelewengkan dana penanganan bencana.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
BADAN Rescue Nasional Demokrasi (NasDem) Sumatera Barat menargetkan pembentukan pengurus Badan Rescue NasDem Daerah (BRND) tingkat kota, kabupaten dan kecamatan yang ada di Sumbar.
Mahasiswi Indonesia di AS yang sempat diwawancarai media massa di sela kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke New York, Glory Lamria, membantah menerima fasilitas dari pemerintah.
PENGAMAT sepak bola Tommy Welly, 53, atau yang akrab disapa Bung Towel dalam mengungkapkan telah mendapat ancaman di media sosial serta mengalami doxing.
Peneliti ICW Diky Anandya mengalami doxing setelah menyampaikan kritik terkait nama Presiden RI ke-7 Joko Widodo masuk dalam nominasi tokoh terkorup versi OCCRP.
BARU-baru ini, ramai diperbincangkan di media sosial terjadi praktik doxing yang dilakukan oleh Erlangga Greschinov lewat akun Instagram resminya kepada jurnalis Bisnis Indonesia.
Kasus doxing yang menimpa jurnalis Bisnis Indonesia Ni Luh Anggela turut mendapat perhatian Dewan Pers
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved