Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

7 Konten Kreator dan Aktivis Diteror usai Kritik Pemerintah soal Pascabencana Sumatra, Selain DJ Donny

Abi Rama
31/12/2025 18:49
7 Konten Kreator dan Aktivis Diteror usai Kritik Pemerintah soal Pascabencana Sumatra, Selain DJ Donny
Konten Kreator dan Aktivis Diteror usai Kritik Pemerintah terkait Pascabencana Sumatra.(Dok. Tiktok/ @officialsherlyannavita, @dj_donny, @virdianaurellio, @greenpeace.)

GELOMBANG teror terhadap konten kreator dan aktivis yang mengkritik pemerintah kembali mengemuka. Kali ini, intimidasi muncul setelah sejumlah figur publik menyuarakan kritik keras terhadap penanganan bencana di Sumatra. Rentetan teror tersebut memicu kekhawatiran publik atas kebebasan berekspresi dan demokrasi di Indonesia.

Bentuk teror yang dilaporkan beragam, mulai dari ancaman fisik, vandalisme, doxing, peretasan digital, hingga intimidasi yang menyasar keluarga korban. Berikut deretan tokoh yang dilaporkan mengalami teror usai mengkritik kebijakan pemerintah pascabencana Sumatra.

1. DJ Donny, Rumah Dilempar Bom Molotov

DJ Donny atau Ramond Dony Adam, dikenal sebagai musisi elektronik sekaligus konten kreator TikTok yang aktif mengkritik isu sosial dan kebijakan publik. Namanya menjadi sorotan setelah rumahnya diteror bom molotov pada Rabu dini hari (31/12).

Rekaman CCTV yang viral di media sosial memperlihatkan dua orang bertopeng beraksi di depan rumah DJ Donny sebelum melempar molotov dan melarikan diri. Teror ini diduga berkaitan dengan konten DJ Donny yang menyoroti respon pemerintah terhadap bencana Sumatra.

2. Sherly Annavita Alami Ancaman dan Vandalisme

Sherly Annavita, influencer dan kreator konten politik-sosial, juga melaporkan serangkaian teror. Mulai dari surat ancaman, vandalisme, hingga rumah dilempari telur.

Insiden tersebut diungkap Sherly melalui video TikTok pada Selasa (30/12/2025). Dalam unggahan tersebut, ia memperlihatkan kondisi rumah dan mobilnya yang menjadi sasaran.

“Pagi ini saya keluar rumah dan mendapati satu kantong telur dilempar ke depan rumah,” ujar Sherly.

Aksi intimidasi ini terjadi tak lama setelah Sherly mengunggah kritik terkait demokrasi dan kebijakan pemerintah pascabencana.

3. Aktivis Greenpeace Terima Teror Bangkai Ayam

Teror juga menimpa Iqbal Damanik, Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia. Pada Selasa (30/12), rumahnya didatangi kiriman bangkai ayam dengan pesan ancaman.

Tulisan pada secarik kertas berbunyi:

“Jagalah ucapanmu apabila Anda ingin menjaga keluargamu.”

Ancaman tersebut dinilai sebagai upaya intimidasi atas kritik Greenpeace terhadap kebijakan lingkungan dan dampak pembangunan yang memperparah bencana ekologis di Sumatra.

4. Virdian Aurellio Diteror Digital dan Peretasan

Konten kreator Virdian Aurellio melaporkan mengalami ancaman berulang, peretasan akun media sosial, hingga gangguan terhadap anggota keluarganya.

Teror ini muncul setelah ia mengunggah konten yang menyoroti tanggung jawab negara dalam mitigasi bencana dan perlindungan warga terdampak di Sumatra.

5. Yama Carlos Terima Ancaman Usai Kritik Pemerintah

Aktor dan kreator konten Yama Carlos turut menjadi sasaran intimidasi. Ancaman diterimanya setelah mengunggah video kritik dan satire terkait respons pejabat pemerintah dalam menangani bencana Sumatra.

Kasus ini menunjukkan bahwa teror tidak hanya menyasar aktivis, tetapi juga figur publik dari dunia hiburan yang bersuara kritis.

6. Pitengz (@piteng2.0) Alami Doxing dan Pembajakan SIM Card

Konten kreator TikTok Pitengz atau Oposipit (@piteng2.0) melaporkan teror serius berupa doxing, peretasan akun, dan pembajakan SIM card.

Dalam pengakuannya, ia menyebut bahwa ibu dan adiknya turut menjadi korban. Bahkan, ponsel adiknya diretas dan digunakan untuk menyebarkan video asusila ke grup belajar.

“Aku ditelepon pakai nomor WhatsApp ibu yang sudah diretas. Dia minta aku hapus konten satu bulan terakhir,” ungkap Pitengz.

7. Axel Christian Diduga Alami Tekanan Usai Konten Viral

Nama Axel Christian (@acjoo) juga menjadi perbincangan setelah ia mengunggah permintaan maaf di Instagram pada 14 Desember 2025.

Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah kontennya yang mengkritik Kementerian Sosial pascabencana Sumatra viral. Warganet menduga adanya tekanan atau intimidasi, meski belum ada klarifikasi resmi.

Ancaman Serius bagi Kebebasan Berpendapat

Rentetan teror terhadap konten kreator dan aktivis pengkritik pemerintah ini memicu kecaman luas. Publik menilai aksi intimidasi tersebut sebagai ancaman nyata terhadap kebebasan berekspresi, demokrasi, dan hak warga negara.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya perlindungan hukum bagi masyarakat yang menyampaikan kritik, khususnya dalam isu krusial seperti penanganan bencana dan kemanusiaan di Sumatra. (TikTok: @dj_donny, @officialsherlyannavita, @greepeace, @virdianaurellio, @yamacarlos_7, @piteng2.0/Instagram: @acjoo/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya