Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

3.554 Warga di Sumut masih Mengungsi Akibat Banjir November 2025

Media Indonesia
02/3/2026 10:53
3.554 Warga di Sumut masih Mengungsi Akibat Banjir November 2025
Penyintas bencana hidrometeorologi Aceh Tamiang mengangkut barang saat pindah dari tenda ke hunian sementara (huntara) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di halaman sekretariat DPRK Aceh Tamiang, Aceh, Senin (16/2/2026).(Antara)

PUSAT Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatra Utara mencatat sebanyak 3.554 orang masih berada di lokasi pengungsian akibat bencana hidrometeorologi yang melanda provinsi itu pada 27 November 2025.

Berdasarkan laporan terbaru yang diterima pada Minggu (1/3), jumlah pengungsi tersebut berasal dari 921 kepala keluarga dan tersebar di dua dari 20 kabupaten/kota terdampak.

Pusdalops PB Sumut mencatat sebagian besar pengungsi berada di Kabupaten Tengah sebanyak 2.564 jiwa, sementara Kabupaten Tapanuli Selatan menampung 990 jiwa.

Sri Wahyuni Pancasilawati, Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, menekankan bahwa laporan ini merupakan data sementara yang diterima Pusdalops PB Sumut.

"Data merupakan update per 1 Maret 2026 pukul 17.00 WIB," ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai upaya penanganan bencana telah dilakukan di masing-masing wilayah, dengan koordinasi dari pemangku kebijakan terkait.

"Untuk perkembangan atas bencana itu akan terus diinformasikan termasuk data-datanya," ujar Sri Wahyuni Pancasilawati.

Data Pusdalops PB Sumut mencatat total 20 kabupaten/kota terdampak bencana alam, meliputi Kota Medan, Kota Tebingtinggi, Kota Binjai, Kota Padangsidimpuan, Kota Sibolga, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Kabupaten Pakpak Bharat. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya