Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA longsor melanda Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, pada 25 November 2025 sekitar pukul 11.00 WIB. Tiga bulan berlalu, tujuh warga masih hilang namun upaya penanganan pascabencana dinilai belum optimal.
Desa Sibio-bio dihuni sekitar 200 kepala keluarga dan akses utamanya berupa jembatan gantung yang menghubungkan wilayah itu dengan Muara Sibuntuon. Kondisi tersebut membatasi mobilitas warga, termasuk saat terjadi keadaan darurat.
Tujuh warga yang dinyatakan hilang masing-masing Mitaria Telaumbanua, 36, Johanes Sehati Laoly, 14, Jesen Jaluhu, 40, Yuliadi Telaumbanua, 42, Radina Mendrofa, 58, Olifia Zebua, 18, dan Yostoni Laoly, 44.
Opernius Laoly, suami Mitaria Telaumbanua sekaligus ayah Johanes Sehati Laoly, mengatakan keluarganya masih menunggu kepastian nasib kedua anggota keluarganya tersebut. “Anak saya tinggal bersama saya tiga orang, sedangkan istri dan anak saya yang nomor tiga sampai sekarang belum diketahui keberadaannya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Obadia Zebua, 44, yang kehilangan istrinya, Yuliadi Telaumbanua. Ia menuturkan pencarian sempat dilakukan secara swadaya oleh warga, namun belum membuahkan hasil. Yuliadi tidak kunjung ditemukan.
Keluarga korban menilai sejak bencana terjadi belum ada langkah maksimal dalam pencarian. Mereka pun menegaskan korban yang hilang merupakan korban longsor, bukan banjir.
Upaya pencarian sebenarnya sempat dilakukan oleh pihak kecamatan pada 12 Februari 2026. Namun, kegiatan tersebut mendapat penolakan dari sebagian warga. Mereka kecewa karena metode pencarian yang digunakan masih bersifat manual, sehingga dianggap tidak efektif.
Selain mempertanyakan proses pencarian, warga juga mengeluhkan bantuan tunai yang hingga kini belum mereka terima. Sebagai bentuk kepasrahan atas nasib anggota keluarga yang belum ditemukan, sejumlah keluarga bahkan telah melakukan tabur bunga di lokasi longsor.
Penderitaan warga kian bertambah karena sebagian dari mereka juga kehilangan tempat tinggal. Warga mendesak adanya tindakan konkret, baik untuk melanjutkan pencarian secara serius maupun memulihkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat terdampak.
Sementara itu, Kepala Desa Sibio-bio, Dami Anus Jendrato, telah dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Jumat (20/2/2026). Konfirmasi tersebut mencakup pertanyaan mengenai langkah darurat saat kejadian, alasan mengapa pencarian dinilai tidak maksimal, serta kendala yang dihadapi di lapangan.
Ia juga dimintai penjelasan mengenai transparansi penggunaan Dana Desa dalam tiga tahun terakhir, khususnya terkait anggaran mitigasi bencana, dana tanggap darurat, serta alokasi untuk kegiatan bimbingan teknis (Bimtek). Namun, hingga berita ini diturunkan, Dami belum memberikan jawaban. (JH/I-1)
Ia menjelaskan bahwa program revitalisasi sekolah terdampak bencana dijalankan dengan skema swakelola berbasis gotong royong.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Program Kita Jaga Usaha (KJU) Tahap I sebagai upaya pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha mikro yang terdampak bencana Sumatra.
Peran aktif prajurit TNI dalam membantu masyarakat dearah adalah wujud pengabdian Dan kecintaan TNI terhadap Rakyat dan Bangsa Indonesia.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
Berdasarkan laporan terbaru yang diterima pada Minggu (1/3), jumlah pengungsi tersebut berasal dari 921 kepala keluarga dan tersebar di dua dari 20 kabupaten/kota terdampak.
DI tengah sawah yang sempat tertimbun lumpur setinggi lutut akibat bencana hidrometeorologi, secercah harapan mulai tumbuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved