Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Menag Pastikan Pendidikan Madrasah di Wilayah Banjir Sumatra Tetap Berjalan 100 Persen

Ficky Ramadhan
18/2/2026 17:38
Menag Pastikan Pendidikan Madrasah di Wilayah Banjir Sumatra Tetap Berjalan 100 Persen
Menteri Agama Nasaruddin Umar.(Dok. Antara)

MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan pascabanjir di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat atau bencana Sumatra. Menag memastikan bahwa saat ini 100 persen siswa madrasah di wilayah terdampak tetap mendapatkan layanan pembelajaran.

Pernyataan tersebut disampaikan Menag dalam Rapat Koordinasi bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Pemerintah di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2).

"Komitmen kita jelas, pendidikan tidak boleh berhenti karena bencana. Berdasarkan data per 11 Februari 2026, kami pastikan 100 persen siswa madrasah tetap belajar. Sebanyak 90,5 persen siswa sudah belajar normal di madrasah asal, sementara sisanya melalui sistem shift maupun di tenda darurat dan menumpang," kata Menag.

Menag lalu merinci capaian signifikan dalam pemulihan fasilitas pendidikan dan rumah ibadah. Dari total 773 madrasah yang terdampak, sebanyak 651 unit atau 84 persen telah kembali beroperasi. Performa serupa juga terlihat pada sektor pondok pesantren, di mana 883 pesantren (75%) dari 1.173 pesantren terdampak sudah kembali beraktivitas.

"Pemulihan aspek spiritual juga menjadi prioritas. Kami melaporkan bahwa 97 persen rumah ibadah, atau sebanyak 1.553 unit dari total 1.593 rumah ibadah yang terdampak, kini sudah berhasil difungsikan kembali oleh masyarakat," jelas Menag.

Menag menambahkan, keberhasilan pemulihan ini merupakan hasil kerja keras tim relawan Kemenag di lapangan yang melakukan mobilisasi manajemen bencana secara responsif, mulai dari pembangunan ruang kelas darurat hingga bantuan serta-merta bagi pengelola rumah ibadah.

Guna melakukan percepatan rekonstruksi secara menyeluruh, Kementerian Agama telah mengusulkan dukungan anggaran melalui instrumen Rincian Output (RO) Khusus Direktif Presiden senilai Rp702,98 Miliar yang bersumber dari Rupiah Murni (RM).

Anggaran tersebut direncanakan untuk rehabilitasi sisa gedung madrasah, pesantren, dan rumah ibadah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat, termasuk rencana relokasi pada titik-titik yang rawan bencana.

"Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dialokasikan melalui Direktif Presiden ini benar-benar menyentuh masyarakat, sehingga jantung kehidupan sosial dan pendidikan di Sumatera kembali berdenyut normal," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya