Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Agama telah mengumumkan hasil sidang isbat hari raya Idul Fitri 2026. Penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia, terutama untuk Ramadan, Syawal, dan Zulhijah, kini mengacu pada standar sains yang lebih ketat. Sejak tahun 2022, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama resmi mengadopsi kriteria baru yang disepakati oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Kriteria ini menjadi parameter utama dalam hasil Sidang Isbat untuk menentukan apakah laporan rukyatul hilal di lapangan dapat diterima secara ilmiah atau tidak.
MABIMS merupakan forum kerja sama regional yang bertujuan menyelaraskan urusan umat Islam di Asia Tenggara. Salah satu capaian pentingnya adalah unifikasi kalender Hijriah melalui kriteria Imkanur Rukyat (kemungkinan hilal terlihat).
Dalam standar terbaru yang berlaku di tahun 2026, hilal dinyatakan memenuhi syarat jika:
Sidang Isbat menggabungkan dua metode: Hisab (perhitungan) dan Rukyat (pengamatan). Kriteria MABIMS berfungsi sebagai jembatan ilmiah di antara keduanya:
Jika ada petugas di lapangan melaporkan melihat hilal, namun posisi hilal secara astronomis masih di bawah 3 derajat atau elongasi di bawah 6,4 derajat, laporan tersebut akan dikaji ulang secara tajam. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan identifikasi benda langit lain sebagai hilal.
Jika data hisab menunjukkan posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS di seluruh wilayah Indonesia, dan hasil rukyat juga nihil, maka Sidang Isbat biasanya akan menetapkan Istikmal, yaitu menggenapkan jumlah hari pada bulan berjalan menjadi 30 hari.
Penggunaan standar 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat didasarkan pada riset panjang mengenai visibilitas hilal secara global. Dengan standar yang lebih tinggi, potensi perbedaan awal bulan akibat kesalahan pengamatan dapat diminimalisir, memberikan kepastian ibadah yang lebih kuat bagi umat Islam.
Mengapa hasil pemerintah bisa berbeda dengan Muhammadiyah?
Muhammadiyah menggunakan metode Wujudul Hilal (asal bulan sudah di atas ufuk), sedangkan Pemerintah menggunakan kriteria MABIMS yang mensyaratkan hilal harus sudah cukup tinggi untuk mungkin dilihat secara fisik.
Bagaimana jika hilal sudah 3 derajat tapi cuaca mendung?
Dalam kondisi ini, laporan dari berbagai titik pantau di seluruh Indonesia akan dikumpulkan. Jika tidak ada satu pun yang berhasil melihat hilal karena kendala cuaca, maka keputusan akhir akan diambil dalam sidang tertutup berdasarkan prinsip kehati-hatian (ihtiyat).
| Parameter | Kriteria Lama | Kriteria Baru (Neo-MABIMS) |
|---|---|---|
| Tinggi Hilal | 2 Derajat | 3 Derajat |
| Sudut Elongasi | 3 Derajat | 6,4 Derajat |
(H-4)
Simak link live streaming Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H resmi Kemenag. Pantau jadwal, lokasi pengamatan hilal, dan hasil awal puasa Ramadan 2026 di sini.
Simak prediksi awal Ramadan 2026. Muhammadiyah tetapkan 18 Februari, sementara NU dan Pemerintah berpotensi 19 Februari 2026. Cek alasan ilmiahnya di sini.
Berdasarkan hasil sidang tersebut Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.
MUI pada tahun 2004 menyatakan bahwa yang berhak untuk mengumumkan berkenaan dengan awal Ramadan dan lebaran adalah ulil atau di Indonesia yakni Kementerian Agama.
Pemerintah resmi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan diambil melalui Sidang Isbat dengan metode istikmal 30 hari.
Kenapa harus ada sidang isbat untuk menentukan lebaran? Simak penjelasan lengkap dari sisi hukum negara, syariat agama, hingga sains astronomi.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama dan sejumlah instansi terkait menggelar pemantauan hilal 1 Syawal 1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved