Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENENTUAN awal bulan Hijriah di Indonesia, terutama untuk ibadah puasa Ramadan dan Idul Fitri, selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat. Di balik pengumuman resmi pemerintah melalui Sidang Isbat awal puasa, terdapat parameter ilmiah yang ketat bernama Kriteria MABIMS.
Standar ini bukan sekadar angka, melainkan kesepakatan regional yang melibatkan empat negara di Asia Tenggara.
MABIMS merupakan singkatan dari Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Forum ini dibentuk sebagai wadah kerja sama regional di bidang keagamaan.
Salah satu hasil kesepakatan paling krusial dari forum ini adalah penetapan kriteria visibilitas hilal (Imkanur Rukyat) yang digunakan sebagai dasar penetapan kalender Islam di keempat negara tersebut.
Sejak tahun 2022, MABIMS secara resmi menerapkan kriteria baru yang lebih ketat dibandingkan standar sebelumnya. Perubahan ini didasarkan pada riset astronomis jangka panjang untuk memastikan bahwa hilal yang dilaporkan benar-benar mungkin untuk dilihat secara visual.
Parameter pertama adalah tinggi bulan (hilal) minimal harus berada pada posisi 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam. Secara astronomis, jika posisi hilal di bawah 3 derajat, cahaya bulan sabit yang sangat tipis akan kalah oleh cahaya syafak (semburat cahaya matahari setelah terbenam), sehingga mustahil untuk dilihat dengan mata maupun alat bantu.
Parameter kedua adalah elongasi, yaitu jarak sudut antara pusat piringan bulan dan pusat piringan matahari. Kriteria MABIMS menetapkan elongasi minimal sebesar 6,4 derajat. Jarak ini diperlukan agar bulan sabit memiliki ketebalan yang cukup untuk memantulkan cahaya yang dapat dideteksi oleh pengamat di bumi.
| Parameter | Kriteria Lama | Kriteria Baru MABIMS |
|---|---|---|
| Tinggi Hilal | 2 Derajat | 3 Derajat |
| Elongasi | 3 Derajat | 6,4 Derajat |
Sebelumnya, Indonesia menggunakan kriteria lama dengan tinggi hilal 2 derajat dan elongasi 3 derajat. Namun, para pakar astronomi dan ulama bersepakat untuk memperbarui standar tersebut. Alasan utamanya adalah untuk meminimalisir kesalahan identifikasi (false positive), di mana objek yang bukan hilal sering kali dianggap sebagai hilal karena standar yang terlalu rendah.
Dalam konteks di Indonesia, sering muncul perbedaan awal puasa atau lebaran. Hal ini biasanya terjadi karena perbedaan metode:
Tidak. Kriteria ini juga berlaku secara resmi di Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura untuk menyeragamkan penanggalan Islam di wilayah serumpun.
Pengamatan dilakukan oleh tim falakiyah dari Kementerian Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, pakar astronomi, dan lembaga terkait di ratusan titik di seluruh Indonesia.
Sidang Isbat berfungsi sebagai otoritas pengambil keputusan untuk mengonfirmasi hasil perhitungan matematis (hisab) dengan fakta lapangan (rukyat) sesuai dengan syariat Islam.
Persiapan Menjelang Sidang Isbat:
Dengan memahami kriteria MABIMS, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menyikapi hasil Sidang Isbat. Standar ini merupakan upaya ilmiah dan ukhuwah untuk memastikan ibadah umat Islam berjalan dengan dasar yang kuat dan akurat. (Z-10)
Kemenag menetapkan awal puasa 1 Ramadan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari. Keputusan Sidang Isbat diambil berdasarkan kriteria MABIMS dan hasil hilal.
Simak alasan mengapa kriteria MABIMS menjadi acuan utama dalam Sidang Isbat 2026 untuk menentukan awal Ramadan 1447 H secara saintifik dan legal.
Pahami alasan ilmiah kriteria MABIMS 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat yang menjadi kunci penentuan awal Ramadan di Indonesia dan negara tetangga.
Panduan lengkap jadwal sidang isbat awal puasa Ramadan 2026 (1447 H). Pelajari tahapan, kriteria MABIMS terbaru, dan cara menyaksikan siaran langsungnya.
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) akan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026, bertepatan 29 Ramadan 1447 H
Jamaah An-Nadzir di Gowa, Sulawesi Selatan, menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sama dengan Muhammadiyah.
Menag Nasaruddin Umar menjelaskan alasan Sidang Isbat 1 Ramadan dipindahkan ke Hotel Borobudur. Pemindahan disebut murni karena faktor teknis proyek jalan.
Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. KH Anwar Iskandar dari MUI mengimbau umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan bijak.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia mengajak umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan bijak.
Kemenag menetapkan awal puasa 1 Ramadan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari. Keputusan Sidang Isbat diambil berdasarkan kriteria MABIMS dan hasil hilal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved