Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Mengenal Kriteria MABIMS: Standar Baru Penentu Awal Puasa Ramadan 1447 Hijriah

 Gana Buana
17/2/2026 12:30
Mengenal Kriteria MABIMS: Standar Baru Penentu Awal Puasa Ramadan 1447 Hijriah
Pahami kriteria MABIMS (3 derajat & 6,4 derajat) yang digunakan Kemenag.(Antara)

PENENTUAN awal bulan Hijriah di Indonesia, terutama untuk ibadah puasa Ramadan dan Idul Fitri, selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat. Di balik pengumuman resmi pemerintah melalui Sidang Isbat awal puasa, terdapat parameter ilmiah yang ketat bernama Kriteria MABIMS.

Standar ini bukan sekadar angka, melainkan kesepakatan regional yang melibatkan empat negara di Asia Tenggara.

Apa Itu MABIMS?

MABIMS merupakan singkatan dari Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Forum ini dibentuk sebagai wadah kerja sama regional di bidang keagamaan.

Salah satu hasil kesepakatan paling krusial dari forum ini adalah penetapan kriteria visibilitas hilal (Imkanur Rukyat) yang digunakan sebagai dasar penetapan kalender Islam di keempat negara tersebut.

Parameter Baru: 3 Derajat dan 6,4 Derajat

Sejak tahun 2022, MABIMS secara resmi menerapkan kriteria baru yang lebih ketat dibandingkan standar sebelumnya. Perubahan ini didasarkan pada riset astronomis jangka panjang untuk memastikan bahwa hilal yang dilaporkan benar-benar mungkin untuk dilihat secara visual.

1. Ketinggian Hilal Minimal 3 Derajat

Parameter pertama adalah tinggi bulan (hilal) minimal harus berada pada posisi 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam. Secara astronomis, jika posisi hilal di bawah 3 derajat, cahaya bulan sabit yang sangat tipis akan kalah oleh cahaya syafak (semburat cahaya matahari setelah terbenam), sehingga mustahil untuk dilihat dengan mata maupun alat bantu.

2. Elongasi Minimal 6,4 Derajat

Parameter kedua adalah elongasi, yaitu jarak sudut antara pusat piringan bulan dan pusat piringan matahari. Kriteria MABIMS menetapkan elongasi minimal sebesar 6,4 derajat. Jarak ini diperlukan agar bulan sabit memiliki ketebalan yang cukup untuk memantulkan cahaya yang dapat dideteksi oleh pengamat di bumi.

Parameter Kriteria Lama Kriteria Baru MABIMS
Tinggi Hilal 2 Derajat 3 Derajat
Elongasi 3 Derajat 6,4 Derajat

Mengapa Kriteria MABIMS Berubah?

Sebelumnya, Indonesia menggunakan kriteria lama dengan tinggi hilal 2 derajat dan elongasi 3 derajat. Namun, para pakar astronomi dan ulama bersepakat untuk memperbarui standar tersebut. Alasan utamanya adalah untuk meminimalisir kesalahan identifikasi (false positive), di mana objek yang bukan hilal sering kali dianggap sebagai hilal karena standar yang terlalu rendah.

Perbedaan MABIMS dengan Wujudul Hilal

Dalam konteks di Indonesia, sering muncul perbedaan awal puasa atau lebaran. Hal ini biasanya terjadi karena perbedaan metode:

  • Pemerintah (MABIMS): Menggunakan metode Imkanur Rukyat yang menggabungkan hisab (perhitungan) dengan rukyat (pengamatan lapangan).
  • Muhammadiyah: Menggunakan metode Wujudul Hilal, di mana asal posisi bulan sudah di atas ufuk saat matahari terbenam, maka bulan baru dianggap sudah dimulai.

People Also Ask: Pertanyaan Umum Mengenai MABIMS

Apakah MABIMS hanya digunakan di Indonesia?

Tidak. Kriteria ini juga berlaku secara resmi di Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura untuk menyeragamkan penanggalan Islam di wilayah serumpun.

Siapa yang melakukan pengamatan hilal?

Pengamatan dilakukan oleh tim falakiyah dari Kementerian Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, pakar astronomi, dan lembaga terkait di ratusan titik di seluruh Indonesia.

Mengapa Sidang Isbat tetap diperlukan jika sudah ada hitungan hisab?

Sidang Isbat berfungsi sebagai otoritas pengambil keputusan untuk mengonfirmasi hasil perhitungan matematis (hisab) dengan fakta lapangan (rukyat) sesuai dengan syariat Islam.

Persiapan Menjelang Sidang Isbat:

  • Pantau pengumuman resmi dari Kementerian Agama RI.
  • Cek data hisab awal bulan yang dirilis oleh BMKG atau lembaga falakiyah resmi.
  • Pahami bahwa potensi perbedaan adalah hal yang lumrah dalam ijtihad keagamaan.
  • Gunakan aplikasi astronomi terpercaya untuk melihat simulasi posisi hilal.

Dengan memahami kriteria MABIMS, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menyikapi hasil Sidang Isbat. Standar ini merupakan upaya ilmiah dan ukhuwah untuk memastikan ibadah umat Islam berjalan dengan dasar yang kuat dan akurat. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik