Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENENTUKAN awal bulan Ramadan di Indonesia merupakan momen krusial yang selalu dinantikan jutaan umat Islam. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI secara rutin menyelenggarakan Sidang Isbat untuk menetapkan kapan 1 Ramadan 1447 Hijriah dimulai. Pada tahun 2026 atau 1447 Hijriah, proses ini tetap mengacu pada perpaduan metode hisab (perhitungan astronomis) dan rukyatul hilal (pengamatan lapangan).
Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai jadwal, mekanisme, hingga kriteria teknis yang digunakan agar Anda mendapatkan informasi yang akurat dan kredibel dalam menyambut bulan suci.
Sidang Isbat penentuan awal Ramadan selalu dilaksanakan pada tanggal 29 Syaban dalam kalender Hijriah. Berdasarkan kalender astronomi, 29 Syaban 1447 H diperkirakan jatuh pada akhir Februari 2026. Kemenag akan mengundang berbagai elemen, mulai dari ormas Islam, pakar astronomi, hingga perwakilan negara sahabat untuk duduk bersama.
Meskipun data hisab sudah bisa memprediksi posisi bulan jauh-jauh hari, pemerintah tetap memegang prinsip bahwa keputusan resmi harus melalui sidang formal setelah laporan pemantauan hilal dari ratusan titik di seluruh Indonesia diterima secara real-time.
Proses penetapan awal puasa tidak dilakukan secara instan. Terdapat tiga tahapan utama yang dilalui oleh para ahli dan ulama:
Sesi pertama ini terbuka untuk umum dan biasanya dimulai pada sore hari sebelum waktu magrib. Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag akan memaparkan posisi hilal secara astronomis dari berbagai wilayah di Indonesia. Data ini menjadi acuan ilmiah bagi para peserta sidang sebelum melakukan pengamatan fisik.
Setelah salat Magrib, sidang beralih ke sesi tertutup. Hal ini didasarkan pada Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. Tujuannya adalah untuk menjaga ketenangan umat dan mencapai mufakat berdasarkan laporan langsung dari petugas rukyat tanpa intervensi opini publik yang belum terverifikasi.
Inilah sesi yang paling ditunggu. Menteri Agama akan mengumumkan hasil sidang secara terbuka melalui media massa. Hasil inilah yang menjadi dasar hukum bagi umat Islam di Indonesia untuk memulai ibadah puasa secara serentak atau sesuai keputusan pemerintah.
Indonesia saat ini menggunakan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) sebagai standar penetapan hilal. Kriteria ini lebih ketat dibandingkan kriteria lama untuk memastikan hilal benar-benar terlihat secara sains dan syar'i.
| Parameter | Kriteria Minimum |
|---|---|
| Tinggi Hilal | 3 Derajat di atas ufuk |
| Sudut Elongasi | 6,4 Derajat (jarak Bulan-Matahari) |
Bagi masyarakat yang ingin memantau langsung prosesi ini, pemerintah menyediakan akses melalui berbagai platform digital resmi:
Sidang Isbat berfungsi sebagai otoritas penengah untuk menyatukan perbedaan metode (hisab dan rukyat) antara ormas-ormas Islam sehingga tercipta harmoni dan kebersamaan dalam memulai ibadah di tengah keberagaman.
Hisab adalah perhitungan matematis astronomis untuk menentukan posisi bulan secara teoretis, sedangkan Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal secara langsung di lapangan pada hari ke-29 bulan berjalan.
Jika hilal tidak memenuhi kriteria MABIMS atau tidak terlihat karena cuaca di seluruh titik pemantauan, maka bulan Syaban akan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari. Artinya, Ramadan akan dimulai lusa setelah hari sidang.
Sidang Isbat bukan sekadar formalitas, melainkan perwujudan sinergi antara sains astronomi dan hukum syariat. Dengan memahami tahapan dan kriterianya, umat Islam dapat menyambut Ramadan dengan penuh keyakinan dan kedamaian. (Z-10)
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) akan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026, bertepatan 29 Ramadan 1447 H
Jamaah An-Nadzir di Gowa, Sulawesi Selatan, menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sama dengan Muhammadiyah.
Menag Nasaruddin Umar menjelaskan alasan Sidang Isbat 1 Ramadan dipindahkan ke Hotel Borobudur. Pemindahan disebut murni karena faktor teknis proyek jalan.
Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. KH Anwar Iskandar dari MUI mengimbau umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan bijak.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia mengajak umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan bijak.
Kemenag menetapkan awal puasa 1 Ramadan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari. Keputusan Sidang Isbat diambil berdasarkan kriteria MABIMS dan hasil hilal.
Secara keseluruhan, tinggi hilal di Indonesia masih berada di bawah ufuk, yakni antara minus 2,41 derajat di Jayapura hingga minus 0,93 derajat di Kepulauan Mentawai.
Pahami alasan ilmiah kriteria MABIMS 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat yang menjadi kunci penentuan awal Ramadan di Indonesia dan negara tetangga.
Kemenag prediksi awal Ramadan 1447 H jatuh 19 Februari 2026 berdasarkan hisab dan rukyat, menghormati penetapan Muhammadiyah 18 Februari.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap Ramadan kali ini membawa energi positif bagi perjalanan bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved