Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) bersiap menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah. Sebelum keputusan diambil, Kemenag terlebih dahulu memaparkan data astronomi melalui seminar yang membahas posisi hilal di berbagai wilayah Indonesia.
Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya menjelaskan bahwa konjungsi atau ijtima terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan 29 Syaban 1447 H. Namun, peristiwa itu berlangsung setelah matahari terbenam di seluruh Indonesia.
"Yang menarik adalah, ijtima ini terjadi setelah magrib, setelah terbenam matahari di seluruh wilayah Indonesia," kata Cecep di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2).
Kondisi tersebut membuat bulan lebih dahulu terbenam dibandingkan matahari, sehingga belum dapat dikategorikan sebagai hilal. Di Jakarta, ketinggian bulan bahkan masih berada pada minus 1,05 derajat.
Ia menambahkan, pada keesokan hari tinggi bulan diperkirakan mencapai 8,76 derajat dan berpotensi terlihat dengan mata telanjang jika cuaca cerah.
"Lalu besok tinggi bulannya itu sudah 8,76 derajat. Insyaallah kalau langitnya sangat cerah bisa dilihat kasat mata," ujarnya.
Secara keseluruhan, tinggi hilal di Indonesia masih berada di bawah ufuk, yakni antara minus 2,41 derajat di Jayapura hingga minus 0,93 derajat di Kepulauan Mentawai. Adapun sudut elongasi berkisar dari 0,94 derajat di Banda Aceh sampai 1,89 derajat di Jayapura.
Kemenag merujuk pada kriteria MABIMS, yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat untuk penetapan awal bulan hijriah. Berdasarkan perhitungan hisab, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
"Sehingga tanggal 1 Ramadan 1447 H secara hisab, imkanu rukyat MABIMS jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026," tuturnya.
Ia menekankan bahwa hasil hisab masih bersifat informatif dan memerlukan verifikasi melalui rukyat.
"Ini hisab sifatnya informatif. Kita memerlukan konfirmasi. Verifikasinya adalah rukyat yang tentu saja yang kita nantikan untuk bahan penetapan sidang Isbat pada malam ini," ucapnya.
Keputusan resmi mengenai awal Ramadan akan ditentukan dalam Sidang Isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama para pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam. (H-2)
Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. KH Anwar Iskandar dari MUI mengimbau umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan bijak.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia mengajak umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan bijak.
Kemenag menetapkan awal puasa 1 Ramadan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari. Keputusan Sidang Isbat diambil berdasarkan kriteria MABIMS dan hasil hilal.
PEMERINTAH secara resmi menetapkan 1 Ramadan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Hal itu diumumkan usai digelarnya sidang isbat oleh Kementerian Agama.
Posisi tinggi bulan berada di posisi minus satu derajat. Sementara untuk imkan rukyat yang disepakati, tinggi bulan harus berada di atas 3,0 derajat, hari ini tidak terpenuhi.
Pahami alasan ilmiah kriteria MABIMS 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat yang menjadi kunci penentuan awal Ramadan di Indonesia dan negara tetangga.
Panduan lengkap jadwal sidang isbat awal puasa Ramadan 2026 (1447 H). Pelajari tahapan, kriteria MABIMS terbaru, dan cara menyaksikan siaran langsungnya.
Kemenag prediksi awal Ramadan 1447 H jatuh 19 Februari 2026 berdasarkan hisab dan rukyat, menghormati penetapan Muhammadiyah 18 Februari.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap Ramadan kali ini membawa energi positif bagi perjalanan bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved