Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H, MUI Ajak Umat Islam Hormati Perbedaan

Ficky Ramadhan
17/2/2026 21:04
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H, MUI Ajak Umat Islam Hormati Perbedaan
Ketua MUI KH Anwar Iskandar.(dok.istimewa)

PEMERINTAH resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis (19/2). Keputusan tersebut diumumkan setelah Kementerian Agama menggelar sidang isbat sebagai mekanisme resmi penentuan awal Ramadan di Indonesia.

Sebagai bangsa yang memiliki keragaman latar belakang, perbedaan juga menjadi keniscayaan dalam kehidupan beragama, termasuk di kalangan umat Islam yang memiliki beragam organisasi kemasyarakatan dengan variasi amaliah dan pandangan keagamaan.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Anwar Iskandar menegaskan bahwa perbedaan di tengah umat merupakan hal yang wajar selama tidak menyentuh persoalan prinsipil seperti akidah dan hal-hal yang bersifat qath’i.

"Kemungkinan adanya memulai puasa atau mengakhiri puasa berbeda itu menjadi sebuah keniscayaan yang bisa kita pahami dan kita maklumi. Tetapi yang paling penting, keutuhan sebagai umat Islam harus senantiasa kita jaga," kata Anwar dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/2).

Ia menjelaskan, perbedaan yang dikelola dengan baik justru dapat menghadirkan harmoni yang memperkaya khazanah ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat persatuan bangsa. Karena itu, sikap saling memahami dan menghormati perlu terus dibiasakan dalam kehidupan masyarakat demokratis.

"Perbedaan yang dimanage dengan baik akan menjadi sebuah harmoni yang indah dan penting bagi persatuan Indonesia," ujarnya.

Dalam momentum Ramadan, Anwar juga mengajak umat Islam untuk menyempurnakan ibadah agar melahirkan insan dengan kualitas iman dan takwa yang lebih tinggi. Ia menekankan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang tidak baik.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menumbuhkan sikap kasih sayang dan kemanusiaan kepada sesama.

"Sayangilah manusia di atas bumi, niscaya malaikat di langit akan menyayangi kita," tuturnya.

MUI pun berharap suasana Ramadan dapat dijalani dengan khusyuk, penuh penghormatan antarumat, serta menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan di tengah keberagaman. (Fik/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik