Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Pentingnya Niat Puasa Ramadan: Dasar Sahnya Ibadah

Cahya Mulyana
17/2/2026 21:10
Pentingnya Niat Puasa Ramadan: Dasar Sahnya Ibadah
ilustrasi niat puasa.(MI)

MENJALANI ibadah puasa Ramadan tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga harus diawali dengan niat yang ikhlas. Niat puasa menjadi salah satu rukun yang menentukan sah atau tidaknya ibadah puasa seorang muslim.

Niat puasa tidak harus diucapkan dengan lisan keras, melainkan cukup dalam hati sebelum terbit fajar. 

Kapan Niat Dilakukan

Secara syar’i, niat puasa wajib dilakukan sebelum fajar, khususnya untuk puasa Ramadan. Niat dapat dilakukan setiap malam menjelang sahur, atau cukup sekali untuk satu bulan penuh bagi mereka yang mengikut kalender Ramadan.

Bentuk Niat Puasa

Secara ringkas, niat puasa bisa diucapkan dengan kalimat sederhana:
"Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadan lillahi ta’ala"
Artinya: "Saya berniat berpuasa esok hari pada bulan Ramadan karena Allah Ta’ala."

Manfaat Memahami Niat Puasa

  1. Memperkuat Keikhlasan – Niat menegaskan bahwa puasa dilakukan semata-mata karena Allah.

  2. Menentukan Sahnya Ibadah – Tanpa niat, ibadah puasa tidak sah meski secara fisik menahan lapar dan haus.

  3. Meningkatkan Kesadaran Spiritual – Mengingatkan setiap individu untuk mengarahkan hati dan pikiran pada tujuan ibadah, bukan sekadar kebiasaan.

Ustadzah Aisyah menambahkan, selain niat, umat Islam dianjurkan membaca doa sahur dan menyiapkan hati untuk menjalani ibadah dengan penuh kesabaran, mengendalikan emosi, serta menambah ibadah lain seperti salat malam dan membaca Alquran.

Dengan memahami niat puasa secara benar, Ramadan dapat menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, kesabaran, dan meningkatkan kualitas ibadah seluruh umat Islam. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik