Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Awal Puasa 2026 Berpotensi Beda? Simak Penjelasan Astronomi Ramadan 1447 H

Media Indonesia
06/2/2026 17:48
Awal Puasa 2026 Berpotensi Beda? Simak Penjelasan Astronomi Ramadan 1447 H
Ilustrasi.(Freepik)

UMAT Islam di Indonesia bersiap menyambut kehadiran bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Februari 2026. Namun, berdasarkan perhitungan astronomis terbaru, terdapat potensi perbedaan hari pertama puasa antara Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama (NU) serta pemerintah. Perbedaan ini kembali menjadi topik hangat karena menyangkut persiapan teknis dan spiritual jutaan umat.

Penetapan 1 Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengumumkan secara resmi bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang kini terintegrasi dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Bagi Muhammadiyah, selama konjungsi (ijtima') sudah terjadi sebelum fajar di suatu belahan bumi dan hilal sudah memenuhi kriteria di wilayah mana pun secara global, maka bulan baru telah dimulai. Pada Selasa malam, 17 Februari 2026, kriteria tersebut telah terpenuhi secara global.

Baca juga : Nabi Sulaiman Mukjizat, Hubungan dengan Jin, dan Ratu Bilqis

Prediksi 1 Ramadan 2026 Versi NU dan Pemerintah

Berbeda dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama diprediksi akan menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026.

Hal ini didasarkan pada kriteria MABIMS yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat. Data BMKG menunjukkan bahwa pada 17 Februari 2026, posisi hilal di seluruh Indonesia masih berada di bawah ufuk (negatif), berkisar antara -2,41 derajat hingga -0,93 derajat. Karena hilal tidak mungkin dirukyat, bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

Baca juga : Hukum Doa lewat Stiker WhatsApp untuk Orang Meninggal Sampai atau Tidak

Mengapa Perbedaan ini Terjadi?

Akar perbedaan ini terletak pada perspektif penggunaan kriteria visibilitas hilal:

  • Kriteria Lokal (NU & Pemerintah): Mengharuskan bulan sabit dapat terlihat secara fisik di wilayah Indonesia atau negara anggota MABIMS.
  • Kriteria Global (Muhammadiyah): Mengacu pada kesatuan kalender Islam dunia (KHGT). Selama di belahan bumi lain hilal sudah memenuhi syarat, bulan baru dimulai.

Baca juga: Ulama Salaf Berbeda Pendapat tentang Waktu Niat Puasa Ramadan

Informasi Penting Sidang Isbat 2026

Pemerintah akan menggelar Sidang Isbat pada Selasa, 17 Februari 2026. Keputusan resmi akan diumumkan setelah mendengarkan laporan rukyat dari berbagai titik di Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Sering Diajukan

Kapan puasa Ramadan 2026 dimulai?

Muhammadiyah memulai pada 18 Februari 2026, sementara NU dan Pemerintah kemungkinan besar memulai pada 19 Februari 2026.

Baca juga: Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh dan setiap Malam

Apakah perbedaan ini hal yang baru?

Tidak, perbedaan metode hisab dan rukyat sudah sering terjadi di Indonesia dan merupakan bagian dari keragaman ijtihad keagamaan.

Practical Checklist Persiapan Ramadan 2026:
  • Pantau hasil Sidang Isbat Kemenag pada 17 Februari malam.
  • Unduh jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H terbaru.
  • Segera tuntaskan qadha puasa sebelum memasuki pertengahan Februari.
  • Siapkan perlengkapan ibadah untuk Tarawih pertama.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya