Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
UMAT Islam di Indonesia bersiap menyambut kehadiran bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Februari 2026. Namun, berdasarkan perhitungan astronomis terbaru, terdapat potensi perbedaan hari pertama puasa antara Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama (NU) serta pemerintah. Perbedaan ini kembali menjadi topik hangat karena menyangkut persiapan teknis dan spiritual jutaan umat.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengumumkan secara resmi bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang kini terintegrasi dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Bagi Muhammadiyah, selama konjungsi (ijtima') sudah terjadi sebelum fajar di suatu belahan bumi dan hilal sudah memenuhi kriteria di wilayah mana pun secara global, maka bulan baru telah dimulai. Pada Selasa malam, 17 Februari 2026, kriteria tersebut telah terpenuhi secara global.
Baca juga : Nabi Sulaiman Mukjizat, Hubungan dengan Jin, dan Ratu Bilqis
Berbeda dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama diprediksi akan menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026.
Hal ini didasarkan pada kriteria MABIMS yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat. Data BMKG menunjukkan bahwa pada 17 Februari 2026, posisi hilal di seluruh Indonesia masih berada di bawah ufuk (negatif), berkisar antara -2,41 derajat hingga -0,93 derajat. Karena hilal tidak mungkin dirukyat, bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
Baca juga : Hukum Doa lewat Stiker WhatsApp untuk Orang Meninggal Sampai atau Tidak
Akar perbedaan ini terletak pada perspektif penggunaan kriteria visibilitas hilal:
Baca juga: Ulama Salaf Berbeda Pendapat tentang Waktu Niat Puasa Ramadan
Pemerintah akan menggelar Sidang Isbat pada Selasa, 17 Februari 2026. Keputusan resmi akan diumumkan setelah mendengarkan laporan rukyat dari berbagai titik di Indonesia.
Muhammadiyah memulai pada 18 Februari 2026, sementara NU dan Pemerintah kemungkinan besar memulai pada 19 Februari 2026.
Baca juga: Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh dan setiap Malam
Tidak, perbedaan metode hisab dan rukyat sudah sering terjadi di Indonesia dan merupakan bagian dari keragaman ijtihad keagamaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved