Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BULAN suci Ramadan 1447 Hijriah sudah di depan mata. Bagi umat Muslim di Indonesia, kepastian tanggal 1 Ramadan 2026 menjadi informasi yang paling dinanti untuk mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual.
Tahun ini, awal puasa diprediksi jatuh pada pertengahan Februari 2026, yang bertepatan dengan puncak musim penghujan di sebagian besar wilayah tanah air.
Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan oleh berbagai otoritas keagamaan di Indonesia, terdapat sedikit potensi perbedaan awal puasa antara metode hisab dan rukyatul hilal.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang memprediksi posisi bulan secara astronomis tanpa harus menunggu pengamatan mata telanjang.
Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) dan Nahdlatul Ulama (NU) biasanya memiliki kecenderungan yang sama karena menggunakan metode gabungan antara hisab dan rukyatul hilal (pemantauan langsung). Kepastian ini masih harus menunggu hasil Sidang Isbat.
Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H dijadwalkan akan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026 (bertepatan dengan 29 Syakban 1447 H). Acara ini akan digelar oleh Kementerian Agama dengan melibatkan tim pakar astronomi, perwakilan ormas Islam, serta delegasi negara sahabat.
Proses ini sangat penting karena hasil pemantauan hilal di puluhan titik di seluruh Indonesia akan menjadi dasar pengambilan keputusan resmi oleh Menteri Agama. Jika hilal teramati, maka puasa dimulai esok harinya. Jika tidak, maka bulan Syakban digenapkan (istikmal).
Memahami perbedaan metode ini akan membantu masyarakat menyikapi potensi perbedaan awal puasa dengan bijak.
| Otoritas | Prediksi Tanggal | Metode |
|---|---|---|
| Muhammadiyah | 18 Februari 2026 | Hisab Wujudul Hilal |
| Pemerintah (Kemenag) | 19 Februari 2026* | Imkanur Rukyat (MABIMS) |
| Nahdlatul Ulama (NU) | 19 Februari 2026* | Rukyatul Hilal |
*Menunggu hasil Sidang Isbat resmi.
Ramadhan 2026 jatuh pada bulan Februari, yang menurut BMKG sering kali menjadi periode dengan curah hujan tinggi atau transisi cuaca di Indonesia. Berikut adalah tips agar tetap bugar:
Karena cuaca cenderung dingin dan lembap, rasa haus mungkin tidak terlalu terasa, namun tubuh tetap membutuhkan cairan. Pastikan minum air putih yang cukup dengan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas malam hari, dan 2 gelas saat sahur).
Cuaca yang tidak menentu meningkatkan risiko flu. Pastikan asupan vitamin C dan makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka untuk menjaga imunitas tubuh tetap prima selama menjalankan ibadah.
Mengingat potensi hujan saat waktu Salat Tarawih, pastikan Anda selalu menyiapkan payung atau jas hujan saat berangkat ke masjid. Kebersihan sajadah dan perlengkapan salat juga harus dijaga agar terhindar dari jamur akibat cuaca lembap.
Meskipun terdapat potensi perbedaan awal puasa 1 Ramadan 2026, hal ini merupakan rahmat yang harus disikapi dengan penuh toleransi. Fokus utama umat Muslim adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin agar ibadah di bulan suci 1447 Hijriah ini berjalan khusyuk dan penuh keberkahan. Pantau terus kanal resmi Kementerian Agama dan Media Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini hasil Sidang Isbat 2026.
1. Tanggal berapa 1 Ramadan 2026?
Secara astronomis diprediksi jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026.
2. Kapan Idul Fitri 2026 dilaksanakan?
Idul Fitri 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada tanggal 20 atau 21 Maret 2026.
3. Apakah awal puasa 2026 akan serentak?
Terdapat potensi perbedaan satu hari antara Muhammadiyah dengan Pemerintah karena perbedaan metode kriteria tinggi hilal.
4. Bagaimana cara mengetahui jadwal imsakiyah terbaru?
Masyarakat bisa mengakses situs resmi Bimas Islam Kemenag atau aplikasi keagamaan terpercaya.
5. Apa persiapan paling penting menghadapi puasa di musim hujan?
Menjaga daya tahan tubuh dengan nutrisi tepat dan memastikan perlengkapan ibadah tetap kering dan bersih. (Z-10)
MENJELANG bulan Ramadan 1447 Hijriah, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat (Jabar) resmi menetapkan 11 lokasi pemantauan hilal.
Simak prediksi awal Ramadan 2026. Muhammadiyah tetapkan 18 Februari, sementara NU dan Pemerintah berpotensi 19 Februari 2026. Cek alasan ilmiahnya di sini.
Simak prediksi awal Ramadan 2026. Muhammadiyah tetapkan 18 Februari, sementara NU dan Pemerintah berpotensi 19 Februari 2026. Cek alasan ilmiahnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved