Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Bagi banyak mahasiswa, bangku kuliah sering kali hanya menjadi ruang untuk mengejar gelar akademik. Namun bagi Muhammad Abdurrahman Azzam, masa kuliah justru menjadi pintu masuk untuk terlibat langsung dalam penguatan ekonomi masyarakat. Mahasiswa Program Studi Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM), Fakultas Ekologi Manusia, IPB University itu mengaku tidak menyangka bahwa pengalaman kuliahnya dapat berdampak nyata bagi pelaku usaha kecil di sekitarnya.
“Sebagai salah seorang dari Bakti Champions, saya mendapatkan banyak kesempatan untuk mengikuti program pengembangan diri serta pengalaman bersosialisasi. Lewat program ini, saya juga banyak berjejaring dengan teman-teman dari universitas yang tersebar dari Sumatra sampai Papua,” kata Azzam saat berbincang dalam program siniar di mini studio BCA Expoversary 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (5/2).
Azzam merupakan salah satu dari 700 penerima program Beasiswa Bakti BCA 2025 sekaligus terpilih sebagai Bakti Champions Ambassador 2025. Program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial berupa uang saku dan dana pendidikan, tetapi juga pembekalan keterampilan dan pengalaman praktis yang dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja.
Selama mengikuti program tersebut, Azzam mendapat berbagai pelatihan pengembangan diri, mulai dari kepemimpinan dan karakter melalui Transformational Workshop, pengenalan dunia profesional lewat Company Visit, hingga pembelajaran e-learning terkait manajemen keuangan dan project management. Namun bagi Azzam, nilai utama dari program ini justru terletak pada penerapan langsung ke masyarakat. Ia terlibat dalam pendampingan sebuah UMKM kuliner di Bogor yang menjadi bagian dari program kontribusi sosial Bakti Champions.
Dalam proses pendampingan, Azzam membantu pelaku usaha mengembangkan manajemen organisasi, memperbaiki identitas visual melalui desain grafis, hingga memperkuat strategi pemasaran digital melalui konten media sosial.
“Selama mengikuti program Bakti BCA, saya bersama para Bakti Champions lain mendapatkan tools di bidang marketing dan manajemen organisasi lewat pelatihan dan webinar yang menarik dengan pembicara-pembicara yang kompeten. Dalam menjalankan program mendampingi salah satu UMKM di Bogor, saya menggunakan tools tersebut agar programnya bisa berkelanjutan,” tuturnya.
Ia menambahkan, dampak program tidak berhenti setelah masa pendampingan selesai. Sistem manajemen dan strategi pemasaran yang diperkenalkan masih digunakan oleh pelaku usaha hingga saat ini.
“Sampai saat ini, tools yang kami berikan masih terpakai. Terbukti, bukan hanya Bakti Champions yang mendapatkan manfaat, melainkan juga masyarakat yang berkolaborasi dengan Bakti Champions,” kata Azzam.
Kisah Azzam mencerminkan peran penting generasi muda dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja terbesar, penguatan UMKM menjadi kunci pertumbuhan ekonomi inklusif.
Dalam konteks tersebut, program beasiswa berbasis pemberdayaan dinilai menjadi model intervensi sosial yang tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal secara langsung.
EVP Corporate Communications & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, menegaskan bahwa program Beasiswa Bakti BCA dirancang untuk membangun kapasitas mahasiswa secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi akademik.
“Komitmen BCA melalui program ini untuk menciptakan dampak berkelanjutan bagi pendidikan dan mencetak talenta muda yang berkualitas sebagai pemegang tonggak masa depan bangsa,” ujarnya.
Menurut Hera, pendekatan pembinaan melalui pelatihan soft skills, mentoring, serta jejaring alumni menjadi strategi untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Lebih jauh, program ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki sensitivitas sosial serta kemampuan untuk menciptakan dampak ekonomi di masyarakat.
Keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan UMKM dinilai menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan riil di lapangan. Di satu sisi, mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis dan jejaring profesional. Di sisi lain, pelaku usaha kecil memperoleh akses terhadap pengetahuan, teknologi, dan strategi bisnis yang sebelumnya sulit dijangkau.
Dalam jangka panjang, model kolaborasi ini berpotensi mempercepat transformasi UMKM menuju ekonomi digital, meningkatkan daya saing, serta memperluas akses pasar. Kisah Azzam menunjukkan bahwa investasi di bidang pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga agen perubahan yang mampu menggerakkan ekonomi dari tingkat lokal.
Di tengah upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, peran generasi muda, melalui program seperti Bakti BCA, menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan bahwa pertumbuhan tersebut dapat dirasakan hingga ke level masyarakat paling bawah. (E-3)
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
Mengusung tema "Bersatu dalam Gagasan & Bergerak untuk Pengabdian", forum ini menghadirkan perwakilan alumni dari seluruh provinsi di Indonesia.
Bantuan beasiswa dari ICMI ini ditujukan bagi mahasiswa UICI yang memiliki potensi akademik tinggi namun menghadapi keterbatasan ekonomi.
Disiplin belajar, pengelolaan waktu, dan membantu orang tua disebutnya sebagai fondasi karakter.
Beasiswa Australia Awards ditujukan bagi warga negara Indonesia yang ingin menempuh studi jenjang Magister (S2) maupun Doktor (S3) di berbagai universitas terkemuka di Australia.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
Bantuan beasiswa dari ICMI ini ditujukan bagi mahasiswa UICI yang memiliki potensi akademik tinggi namun menghadapi keterbatasan ekonomi.
Ada 10 tenant ZCorner di Universitas Wahid Hasyim Semarang yang siap melayani dan memanjakan lidah para mahasiswa.
Untar berharap seluruh proses yang dijalani dapat memberikan solusi yang paling tepat, berimbang, dan bertanggung jawab bagi semua pihak terkait.
Para mahasiswa ini akan melaksanakan berbagai program mulai 2-22 Februari 2026. Adapun pemberangkatan dilakukan dalam dua gelombang, pada 2 dan 11 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved