Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Tiongkok Kecam Serangan AS ke Iran dan Hukum Rimba

Haufan Hasyim Salengke
08/3/2026 17:18
Tiongkok Kecam Serangan AS ke Iran dan Hukum Rimba
AFP/Yonhap(Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi.)

MENTERI Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, menyampaikan kecaman keras terhadap eskalasi perang di Timur Tengah yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Dalam konferensi pers di sela-sela agenda politik tahunan "Dua Sesi" (Two Sessions) di Beijing, Minggu (8/3), Wang menegaskan bahwa konflik bersenjata tersebut seharusnya tidak pernah terjadi.

"Kepalan tangan yang kuat tidak berarti memiliki alasan yang kuat. Dunia tidak boleh kembali ke hukum rimba," tegas Wang Yi di hadapan para jurnalis.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu, telah memicu perang dagang baru melalui penerapan tarif timbal balik. Beijing, yang memiliki hubungan diplomatik dan dagang erat dengan Teheran, sebelumnya juga telah mengutuk keras pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Hubungan Sino-AS, Aliansi dengan Rusia

Wang Yi menekankan bahwa tahun 2026 merupakan momentum krusial bagi hubungan Tiongkok-AS. Ia mendesak Washington untuk mengelola perbedaan yang ada dan menghilangkan intervensi yang tidak perlu demi menciptakan stabilitas global.

Di sisi lain, meskipun mendapat kritik tajam dari negara-negara Barat terkait konflik di Ukraina, Wang menyatakan bahwa kemitraan strategis antara Beijing dan Moskow tetap kokoh. "Di tengah lingkungan internasional yang turbulens dan kompleks, hubungan Tiongkok-Rusia tetap teguh dan tidak tergoyahkan," pungkasnya. (Korea Times/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya