Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Israel kembali meluncurkan gelombang serangan udara besar-besaran yang menargetkan berbagai titik strategis di wilayah Iran pada Minggu (8/3/2026). Serangan ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik terbuka yang kian membara di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan resminya, pihak militer Israel mengonfirmasi bahwa operasi tersebut secara spesifik menyasar infrastruktur militer milik rezim Iran. Salah satu target utama dalam serangan ini ialah Bandara Internasional Isfahan. Jet tempur F-14 milik Angkatan Udara Iran dilaporkan menjadi sasaran bombardir.
Serangan yang menyasar Isfahan dianggap sangat krusial mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu pusat kekuatan militer dan fasilitas strategis Iran. Fokus serangan terhadap armada jet tempur F-14 menunjukkan upaya Israel untuk melumpuhkan kekuatan udara Iran di tengah konflik yang terus meluas.
Hingga pukul 07.00 GMT atau 14.00 WIB, otoritas resmi Teheran belum memberikan pernyataan resmi terkait detail dampak kerusakan maupun kemungkinan korban jiwa akibat serangan terbaru ini.
Ketegangan regional di Timur Tengah berada dalam titik didih sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Operasi tersebut dilaporkan menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas. Kehilangan paling signifikan bagi Iran adalah gugurnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi militer. Tragedi tersebut juga dilaporkan menelan korban sipil yang besar, termasuk lebih dari 150 siswi sekolah.
Sebagai bentuk pembalasan, Iran meluncurkan rentetan serangan besar-besaran yang menargetkan pangkalan militer AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di seluruh kawasan. Beberapa kota di wilayah Israel juga menjadi sasaran serangan yang intensitasnya dilaporkan terus meningkat.
Para pengamat internasional mengkhawatirkan bahwa serangan langsung ke infrastruktur militer di jantung wilayah Iran akan memicu respons yang lebih destruktif dari Teheran, yang dapat menyeret seluruh kawasan ke dalam perang terbuka tanpa henti. (Anadolu/Ant/I-2)
PARLEMEN Iran akan mengenalkan rezim navigasi baru di Selat Hormuz. Teheran akan menjamin keselamatan pelayaran kapal sekaligus mengenakan biaya transit.
PAUS Leo XIV memperingatkan pada Minggu (29/3) bahwa Tuhan tidak mendengarkan doa mereka yang berperang karena konflik di Timur Tengah terus berlanjut di berbagai front.
PERDANA Menteri Benjamin Netanyahu terus menyatakan bahwa Israel berada dalam posisi unggul dalam konflik yang berlangsung sekitar satu bulan serta menilai Iran semakin tertekan.
Menlu Palestina ungkap taktik Israel manfaatkan konflik Iran untuk percepat perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat. Simak kronologi dan dampaknya.
IRGC gunakan rudal Haj Qasem untuk pertama kali serang pangkalan AS di Qatar & Bahrain serta kota-kota Israel sebagai balasan kematian Ayatollah Khamenei.
Emanuel Fabian, jurnalis Times of Israel, diperas penjudi Polymarket senilai jutaan dolar untuk mengubah berita serangan rudal Iran. Simak kronologinya.
PEJABAT Pemerintah Spanyol menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya bagi penerbangan terkait dengan perang yang melibatkan Iran.
MILITER Amerika Serikat tengah menyiapkan skenario operasi darat di Iran yang berpotensi berlangsung selama beberapa pekan. Namun masih menunggu keputusan Presiden AS Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi dengan Iran menunjukkan kemajuan, tetapi memperingatkan akan menghancurkan infrastruktur energi Iran jika pembicaraan gagal.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mempertanyakan nilai strategis NATO bagi AS jika dukungan logistik, seperti akses pangkalan, justru dihambat saat dibutuhkan.
Ebn-e-Reza juga menyatakan ketidakpercayaan terhadap Amerika Serikat.
Iran menegaskan belum ada negosiasi langsung dengan AS dan menyebut kontak baru sebatas mediator, memukul klaim Washington soal diplomasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved