Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MAJELIS Ahli Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Agung ketiga Republik Islam Iran. Keputusan ini diambil menyusul tewasnya pemimpin sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel. Namun, penunjukan ini langsung memicu reaksi keras dari Washington dan ancaman baru dari Yerusalem.
Presiden AS Donald Trump secara tegas menyatakan ia memandang kenaikan jabatan Mojtaba Khamenei sebagai hasil yang "tidak dapat diterima". Trump menekankan keinginannya untuk melihat sosok pemimpin yang bisa membawa stabilitas di kawasan tersebut.
"Putra Khamenei tidak bisa saya terima. Kami menginginkan seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian ke Iran," ujar Trump kepada Axios.
Meskipun tidak memberikan spesifikasi mendetail mengenai kriteria pemimpin yang ia inginkan, Trump menegaskan bahwa prioritas utamanya bukanlah soal sistem demokrasi di Iran, melainkan sikap politik pemimpin tersebut terhadap sekutu AS.
"Saya katakan harus ada pemimpin yang adil dan benar. Melakukan pekerjaan yang hebat. Memperlakukan Amerika Serikat dan Israel dengan baik, serta memperlakukan negara-negara lain di Timur Tengah dengan baik, mereka semua adalah mitra kami," kata Trump dalam wawancara dengan CNN.
Ketika ditanya apakah ia terbuka terhadap pemimpin dari kalangan religius, Trump tidak menutup kemungkinan tersebut. "Yah, mungkin saja, ya. Maksud saya, itu tergantung pada siapa orangnya. Saya tidak keberatan dengan pemimpin agama. Saya berurusan dengan banyak pemimpin agama dan mereka luar biasa," tambahnya.
Di sisi lain, Israel mengeluarkan peringatan yang lebih keras. Pemerintah Israel bersumpah untuk menargetkan siapa pun yang menggantikan mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Pihak Israel menegaskan bahwa mereka akan terus memantau proses suksesi ini dengan ketat.
"Lengan panjang Negara Israel akan terus mengejar penerus tersebut dan siapa pun yang mencoba menunjuknya," tegas pihak otoritas Israel. Seorang pejabat Israel bahkan meragukan keinginan rakyat Iran untuk kembali dipimpin oleh kalangan Ayatollah.
Menanggapi tekanan internasional, Majelis Ahli Iran menyerukan masyarakat untuk mendukung kepemimpinan baru. Dalam sebuah pernyataan, Majelis mendesak rakyat Iran, terutama para sarjana, akademisi, dan elite nasional, untuk setia kepada kepemimpinan Mojtaba Khamenei dan menjaga persatuan di bawah prinsip Velayat-e Faqih.
Majelis menyatakan pertemuan darurat segera dilakukan sesaat setelah berita kematian Khamenei muncul, meskipun berada dalam kondisi perang yang berat dan ancaman langsung terhadap institusi negara.
Langkah cepat ini diklaim sebagai proses konstitusional untuk menghindari kekosongan kekuasaan di Iran. Setelah melalui musyawarah panjang, Majelis mengumumkan bahwa Mojtaba Khamenei terpilih secara suara bulat oleh para anggotanya untuk menjadi pemimpin ketiga sejak revolusi 1979. (CNN/BBC/Al Jazeera/Z-2)
Mohsen Rezaei, penasihat militer Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran tidak akan berhenti berperang sebelum AS memberikan jaminan internasional dan mencabut sanksi.
Teka-teki absennya Mojtaba Khamenei pada salat Idulfitri 2026 memicu spekulasi global. Simak analisis kondisi sang Rahbar dan dampaknya bagi stabilitas Iran.
UMAT Muslim di Iran tetap melaksanakan salat Idulfitri pada Sabtu (21/3) waktu setempat meski situasi keamanan memburuk akibat perang melawan Amerika Serikat dan Israel yang terus berkecamuk.
Mojtaba Khamenei menyebutnya sebagai individu yang cerdas dan berdedikasi serta tokoh terkemuka dalam kancah politik Iran.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Tewasnya Ali Larijani dalam serangan udara Israel memperdalam krisis kepemimpinan di Iran. Simak dampaknya terhadap nasib perang dan gejolak domestik Teheran.
IRAN mengizinkan lagi 20 kapal berbendera Pakistan untuk berlayar melintasi Selat Hormuz dengan aman. Ini dikatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan Ishaq Dar.
KEMUNGKINAN penarikan Iran dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) sedang dibahas di Teheran. Ini menurut laporan media Iran pada Sabtu (28/3).
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jumat (27/3), mengatakan bahwa Kuba bisa menjadi target aksi AS di masa depan setelah Iran.
MILITER Iran menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi kemungkinan invasi darat dari Amerika Serikat (AS) dan Israel.
PENTAGON dilaporkan tengah menyiapkan skenario operasi darat di Iran selama beberapa minggu ke depan. Ini seiring pengerahan ribuan pasukan Amerika Serikat (AS) ke kawasan Timur Tengah.
PERDANA Menteri Benjamin Netanyahu terus menyatakan bahwa Israel berada dalam posisi unggul dalam konflik yang berlangsung sekitar satu bulan serta menilai Iran semakin tertekan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved