Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan respons dingin dan cenderung konfrontatif atas terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru menggantikan ayahnya, mendiang Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam sebuah wawancara singkat di Washington DC, Trump menyatakan ketidaksenangannya terhadap keputusan Majelis Pakar Iran. "Kita akan lihat apa yang terjadi. Putra Khamenei itu tidak bisa diterima oleh saya. Kami menginginkan seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian ke Iran," ujar Trump sebagaimana dikutip dari laporan Al Jazeera dan CNN, Senin (9/3/2026).
Sebelum suksesi ini diumumkan secara resmi, Trump telah melontarkan retorika keras bahwa pemimpin baru Iran tidak akan bertahan lama tanpa restu dari Washington. Ia bahkan membandingkan situasi ini dengan intervensi AS di Venezuela. "Mereka membuang-buang waktu. Saya harus terlibat dalam penunjukan ini," tegasnya pekan lalu.
Sikap keras AS ini didasari oleh rekam jejak Mojtaba Khamenei yang selama puluhan tahun menjadi "penjaga gerbang" bagi ayahnya dan memiliki hubungan yang sangat erat dengan unit elit militer, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Mojtaba juga telah berada dalam daftar sanksi AS sejak 2019 karena dianggap sebagai perpanjangan tangan kebijakan destabilisasi regional Iran.
Terpilihnya Mojtaba terjadi di saat Iran masih dalam status siaga tinggi setelah serangan udara gabungan AS dan Israel pada akhir Februari lalu yang menewaskan Ali Khamenei. Para analis politik internasional menilai bahwa dengan menunjuk Mojtaba, Iran sengaja mengirimkan pesan perlawanan kepada Trump.
Senator senior AS, Lindsey Graham, turut memperkeruh suasana dengan menyebut bahwa penunjukan Mojtaba "bukanlah perubahan yang diinginkan dunia". Graham memperingatkan bahwa jika Mojtaba melanjutkan program nuklir ayahnya, ia akan menghadapi konsekuensi militer yang serupa.
Hingga berita ini diturunkan, Iran dilaporkan telah melakukan perayaan terpilihnya pemimpin baru dengan meluncurkan sejumlah rudal ke arah pangkalan militer di kawasan, sebagai simbol kekuatan di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei.
Bedah tuntas mekanisme Majelis Ahli Iran dalam menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi ke-3 di tengah krisis global Maret 2026.
Profil lengkap Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran ke-3 yang terpilih pada 8 Maret 2026. Simak rekam jejak, pengaruh militer, dan tantangannya.
Majelis Ahli resmi memilih Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan Ali Khamenei. Simak profil, peran IRGC, dan dampak bagi stabilitas dunia.
Mojtaba Khamenei dilaporkan menjadi calon terkuat Pemimpin Tertinggi Iran setelah Ali Khamenei gugur. Simak profil dan risiko serangan AS-Israel terhadapnya.
Apa itu gelar Ayatollah? Pelajari makna "Tanda Tuhan", syarat menjadi mujtahid, hingga peran politiknya dalam sistem kepemimpinan Iran.
DITUNJUKNYA Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menarik perhatian global tidak hanya karena implikasi geopolitiknya, tetapi terungkapnya jaringan kerajaan properti global
Bedah tuntas mekanisme Majelis Ahli Iran dalam menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi ke-3 di tengah krisis global Maret 2026.
Profil lengkap Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran ke-3 yang terpilih pada 8 Maret 2026. Simak rekam jejak, pengaruh militer, dan tantangannya.
MONTJABA Khamenei resmi ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara AS dan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved