Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan respons dingin dan cenderung konfrontatif atas terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru menggantikan ayahnya, mendiang Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam sebuah wawancara singkat di Washington DC, Trump menyatakan ketidaksenangannya terhadap keputusan Majelis Pakar Iran. "Kita akan lihat apa yang terjadi. Putra Khamenei itu tidak bisa diterima oleh saya. Kami menginginkan seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian ke Iran," ujar Trump sebagaimana dikutip dari laporan Al Jazeera dan CNN, Senin (9/3/2026).
Sebelum suksesi ini diumumkan secara resmi, Trump telah melontarkan retorika keras bahwa pemimpin baru Iran tidak akan bertahan lama tanpa restu dari Washington. Ia bahkan membandingkan situasi ini dengan intervensi AS di Venezuela. "Mereka membuang-buang waktu. Saya harus terlibat dalam penunjukan ini," tegasnya pekan lalu.
Sikap keras AS ini didasari oleh rekam jejak Mojtaba Khamenei yang selama puluhan tahun menjadi "penjaga gerbang" bagi ayahnya dan memiliki hubungan yang sangat erat dengan unit elit militer, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Mojtaba juga telah berada dalam daftar sanksi AS sejak 2019 karena dianggap sebagai perpanjangan tangan kebijakan destabilisasi regional Iran.
Terpilihnya Mojtaba terjadi di saat Iran masih dalam status siaga tinggi setelah serangan udara gabungan AS dan Israel pada akhir Februari lalu yang menewaskan Ali Khamenei. Para analis politik internasional menilai bahwa dengan menunjuk Mojtaba, Iran sengaja mengirimkan pesan perlawanan kepada Trump.
Senator senior AS, Lindsey Graham, turut memperkeruh suasana dengan menyebut bahwa penunjukan Mojtaba "bukanlah perubahan yang diinginkan dunia". Graham memperingatkan bahwa jika Mojtaba melanjutkan program nuklir ayahnya, ia akan menghadapi konsekuensi militer yang serupa.
Hingga berita ini diturunkan, Iran dilaporkan telah melakukan perayaan terpilihnya pemimpin baru dengan meluncurkan sejumlah rudal ke arah pangkalan militer di kawasan, sebagai simbol kekuatan di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei.
Korea Utara resmi dukung Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran dan kutuk serangan militer ilegal AS-Israel yang tewaskan Ali Khamenei.
Pakar UI Prof Suzie Sudarman nilai terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi bukti Iran teguh pada sistem ulama di tengah tekanan Barat dan Israel.
KEDUTAAN Besar Republik Islam Iran di Jakarta memberikan pernyataan resmi terkait terpilihnya Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran.
Kedubes Iran di Jakarta mengonfirmasi terpilihnya Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran ke-3 di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.
Bedah tuntas mekanisme Majelis Ahli Iran dalam menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi ke-3 di tengah krisis global Maret 2026.
Mohsen Rezaei, penasihat militer Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran tidak akan berhenti berperang sebelum AS memberikan jaminan internasional dan mencabut sanksi.
Teka-teki absennya Mojtaba Khamenei pada salat Idulfitri 2026 memicu spekulasi global. Simak analisis kondisi sang Rahbar dan dampaknya bagi stabilitas Iran.
UMAT Muslim di Iran tetap melaksanakan salat Idulfitri pada Sabtu (21/3) waktu setempat meski situasi keamanan memburuk akibat perang melawan Amerika Serikat dan Israel yang terus berkecamuk.
Mojtaba Khamenei menyebutnya sebagai individu yang cerdas dan berdedikasi serta tokoh terkemuka dalam kancah politik Iran.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Tewasnya Ali Larijani dalam serangan udara Israel memperdalam krisis kepemimpinan di Iran. Simak dampaknya terhadap nasib perang dan gejolak domestik Teheran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved