Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Trump Beri Respons Dingin atas Terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru Iran

mediaindonesia.com
09/3/2026 13:38
Trump Beri Respons Dingin atas Terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru Iran
Presiden AS Donald Trump (kiri).(AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan respons dingin dan cenderung konfrontatif atas terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru menggantikan ayahnya, mendiang Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam sebuah wawancara singkat di Washington DC, Trump menyatakan ketidaksenangannya terhadap keputusan Majelis Pakar Iran. "Kita akan lihat apa yang terjadi. Putra Khamenei itu tidak bisa diterima oleh saya. Kami menginginkan seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian ke Iran," ujar Trump sebagaimana dikutip dari laporan Al Jazeera dan CNN, Senin (9/3/2026).

Trump Klaim AS Harus Terlibat

Sebelum suksesi ini diumumkan secara resmi, Trump telah melontarkan retorika keras bahwa pemimpin baru Iran tidak akan bertahan lama tanpa restu dari Washington. Ia bahkan membandingkan situasi ini dengan intervensi AS di Venezuela. "Mereka membuang-buang waktu. Saya harus terlibat dalam penunjukan ini," tegasnya pekan lalu.

Sikap keras AS ini didasari oleh rekam jejak Mojtaba Khamenei yang selama puluhan tahun menjadi "penjaga gerbang" bagi ayahnya dan memiliki hubungan yang sangat erat dengan unit elit militer, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Mojtaba juga telah berada dalam daftar sanksi AS sejak 2019 karena dianggap sebagai perpanjangan tangan kebijakan destabilisasi regional Iran.

Fakta Kunci Mojtaba Khamenei:

  • Usia: 56 Tahun (Lahir di Mashhad, 1969).
  • Status Sanksi: Masuk daftar hitam Departemen Keuangan AS sejak 2019.
  • Afiliasi: Memiliki kontrol besar atas IRGC dan pasukan Basij.
  • Garis Politik: Dikenal sebagai tokoh garis keras (hardliner) yang anti-Barat.

Eskalasi di Tengah Perang

Terpilihnya Mojtaba terjadi di saat Iran masih dalam status siaga tinggi setelah serangan udara gabungan AS dan Israel pada akhir Februari lalu yang menewaskan Ali Khamenei. Para analis politik internasional menilai bahwa dengan menunjuk Mojtaba, Iran sengaja mengirimkan pesan perlawanan kepada Trump.

Senator senior AS, Lindsey Graham, turut memperkeruh suasana dengan menyebut bahwa penunjukan Mojtaba "bukanlah perubahan yang diinginkan dunia". Graham memperingatkan bahwa jika Mojtaba melanjutkan program nuklir ayahnya, ia akan menghadapi konsekuensi militer yang serupa.

Hingga berita ini diturunkan, Iran dilaporkan telah melakukan perayaan terpilihnya pemimpin baru dengan meluncurkan sejumlah rudal ke arah pangkalan militer di kawasan, sebagai simbol kekuatan di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya