Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MOTJABA Khamenei resmi ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara AS dan Israel. Penetapan tersebut dilakukan oleh Majelis Pakar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Dengan pengangkatan ini, Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun menjadi Pemimpin Tertinggi ketiga Iran sejak Revolusi Islam Iran 1979. Ia diperkirakan akan melanjutkan garis kebijakan keras yang selama ini dipegang ayahnya, terutama dalam hubungan dengan Amerika Serikat.
Menurut laporan media pemerintah, penetapan Mojtaba dilakukan melalui keputusan mufakat oleh Assembly of Experts, lembaga yang beranggotakan 88 ulama dan bertugas memilih serta mengawasi Pemimpin Tertinggi Iran.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa siapa pun yang menjadi Pemimpin Tertinggi Iran tanpa persetujuan Washington tidak akan bertahan lama.
Korps elit Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), juga menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan baru tersebut.
Dalam sistem politik Iran, Pemimpin Tertinggi merupakan otoritas tertinggi negara yang memiliki pengaruh besar atas cabang eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Jabatan ini juga memegang peran penting dalam menentukan kebijakan strategis negara, termasuk program nuklir Iran.
Mojtaba Khamenei lahir pada 8 September 1969 di Mashhad, sebuah kota penting bagi kehidupan keagamaan di Iran. Ia merupakan putra kedua dari Ali Khamenei, yang memimpin Iran sebagai Pemimpin Tertinggi sejak 1989 hingga wafat dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel lebih dari sepekan lalu.
Sebagai anak dari tokoh utama Republik Islam, Mojtaba tumbuh di tengah dinamika politik Iran. Ia menyaksikan langsung perjalanan ayahnya dari salah satu tokoh penting dalam revolusi hingga menjadi presiden Iran sebelum akhirnya menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi.
Mojtaba menikah dengan Zahra Haddad-Adel, putri dari politikus konservatif terkemuka Gholam-Ali Haddad-Adel, mantan ketua parlemen Iran yang kini memimpin salah satu lembaga kebudayaan besar di negara tersebut.
Zahra termasuk di antara korban yang tewas dalam serangan udara yang menargetkan kompleks kediaman keluarga Khamenei di Tehran. Dalam serangan yang sama, Mojtaba dilaporkan selamat, tetapi kehilangan sejumlah anggota keluarga, termasuk ibunya, saudara perempuan, ipar, serta beberapa keponakannya.
Mojtaba Khamenei mengambil alih kepemimpinan Iran pada salah satu periode paling tegang dalam sejarah modern negara tersebut, ketika konflik dengan Amerika Serikat dan Israel masih berlangsung. Situasi semakin memanas setelah pejabat tinggi Israel melontarkan ancaman terhadap pemimpin baru Iran. (Anadolu/H-4)
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi memberikan jaminan untuk memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan Malaysia kepada masyarakat Gaza.
PERDANA Menteri Benjamin Netanyahu terus menyatakan bahwa Israel berada dalam posisi unggul dalam konflik yang berlangsung sekitar satu bulan serta menilai Iran semakin tertekan.
Menlu Turki Hakan Fidan sebut Israel hambatan terbesar damai di Timur Tengah. Israel dinilai manfaatkan politik AS untuk agenda strategis dan perpanjang instabilitas.
Ratusan warga Israel bentrok dengan polisi saat protes antiperang Iran di Tel Aviv, Sabtu (28/3). Dukungan perang warga Yahudi capai 78%, namun tren penolakan mulai meningkat.
Milisi Houthi Yaman resmi bergabung dalam perang dengan meluncurkan rudal balistik ke Israel selatan. IDF klaim berhasil cegat serangan yang sasar area Beer Sheba.
Hubungan Netanyahu dan Kepala Mossad David Barnea dikabarkan retak akibat saling tuding terkait akurasi intelijen perang Iran dan isu kebocoran informasi di pusat keamanan.
Mohsen Rezaei, penasihat militer Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran tidak akan berhenti berperang sebelum AS memberikan jaminan internasional dan mencabut sanksi.
Teka-teki absennya Mojtaba Khamenei pada salat Idulfitri 2026 memicu spekulasi global. Simak analisis kondisi sang Rahbar dan dampaknya bagi stabilitas Iran.
UMAT Muslim di Iran tetap melaksanakan salat Idulfitri pada Sabtu (21/3) waktu setempat meski situasi keamanan memburuk akibat perang melawan Amerika Serikat dan Israel yang terus berkecamuk.
Mojtaba Khamenei menyebutnya sebagai individu yang cerdas dan berdedikasi serta tokoh terkemuka dalam kancah politik Iran.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Tewasnya Ali Larijani dalam serangan udara Israel memperdalam krisis kepemimpinan di Iran. Simak dampaknya terhadap nasib perang dan gejolak domestik Teheran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved