Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Transisi kekuasaan di Republik Islam Iran pada Maret 2026 menjadi salah satu peristiwa geopolitik paling signifikan di abad ke-21. Setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, Majelis Ahli (Assembly of Experts) bergerak cepat untuk menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi ke-3. Proses ini tidak hanya melibatkan aspek religius, tetapi juga mekanisme konstitusional yang sangat ketat di tengah situasi darurat perang.
Mekanisme ini diatur dalam hukum dasar Iran untuk memastikan bahwa negara tidak mengalami kekosongan kekuasaan (power vacuum), terutama saat menghadapi ancaman eksternal dari Amerika Serikat dan Israel.
Dalam sistem politik Iran, rakyat tidak memilih Pemimpin Tertinggi secara langsung. Rakyat memilih 88 anggota Majelis Ahli, yang kemudian memiliki mandat untuk menunjuk Rahbar. Terdapat dua pasal utama yang menjadi landasan suksesi 2026:
Laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa sidang Majelis Ahli kali ini dilakukan dengan pengamanan ekstra ketat di kota Qom. Karena situasi perang, beberapa sesi dilakukan melalui saluran komunikasi terenkripsi. Terdapat perdebatan mengenai kualifikasi teologis Mojtaba, namun kebutuhan akan sosok yang memiliki koneksi kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menjadi faktor penentu utama.
Dukungan militer ini krusial karena Pemimpin Tertinggi juga menjabat sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata. Dengan terpilihnya Mojtaba, faksi konservatif di Iran mengirimkan pesan tegas mengenai kontinuitas kebijakan "Poros Perlawanan" di kawasan.
Berdasarkan Pasal 109 Konstitusi, Majelis Ahli menilai Mojtaba memenuhi tiga kriteria utama:
| Kriteria Konstitusi | Implementasi pada Mojtaba |
|---|---|
| Kompetensi Akademik (Ijtihad) | Telah mengajar di Seminari Qom selama lebih dari satu dekade dan diakui sebagai Ayatollah menjelang suksesi. |
| Keadilan dan Takwa | Memiliki rekam jejak integritas di dalam lingkaran dalam (Beit) Pemimpin Tertinggi. |
| Kecerdasan Politik | Berpengalaman mengelola urusan strategis negara di balik layar selama dua dekade. |
Situasi perang menuntut kepastian kepemimpinan. Majelis Ahli harus menghindari ketidakpastian yang dapat dimanfaatkan oleh musuh untuk mendestabilisasi negara. Kecepatan ini juga menunjukkan soliditas antara ulama dan militer.
Kritikus menyebutnya sebagai awal sistem dinasti, namun secara formal, Majelis Ahli membantah hal tersebut dengan menyatakan bahwa pemilihan didasarkan pada kompetensi individu yang melampaui hubungan kekeluargaan.
Ketidakpastian politik di Iran biasanya memicu fluktuasi harga komoditas global. Namun, penetapan pemimpin yang kuat secara militer cenderung memberikan sinyal stabilitas jangka pendek bagi mitra dagang Iran di Asia.
Mekanisme pemilihan oleh Majelis Ahli pada Maret 2026 membuktikan bahwa struktur teokrasi Iran memiliki daya tahan (resilience) dalam menghadapi krisis ekstrem. Meskipun dilakukan "di balik pintu tertutup", terpilihnya Mojtaba Khamenei secara sah menurut konstitusi memberikan legitimasi penuh baginya untuk mengendalikan arah masa depan Iran di kancah internasional.
Analisis ini disusun berdasarkan prosedur hukum tata negara Iran dan laporan suksesi Maret 2026.
Korea Utara resmi dukung Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran dan kutuk serangan militer ilegal AS-Israel yang tewaskan Ali Khamenei.
Pakar UI Prof Suzie Sudarman nilai terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi bukti Iran teguh pada sistem ulama di tengah tekanan Barat dan Israel.
KEDUTAAN Besar Republik Islam Iran di Jakarta memberikan pernyataan resmi terkait terpilihnya Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran.
Kedubes Iran di Jakarta mengonfirmasi terpilihnya Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran ke-3 di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump sebut terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran "tidak dapat diterima". Teheran abaikan ancaman Washington.
Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tewas. Temukan makna mendalam gelar Ayatollah bagi Iran, peran politiknya dalam sistem Wilayat al-Faqih, hingga pengaruhnya terhadap stabilitas kawasan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved