Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Tak Bisa Lawan AS-Israel, Iran Minta Negara-Negara Arab tak Fasilitasi Serangan Serdadu Trump-Netanyahu

Ferdian Ananda Majni
28/1/2026 16:50
Tak Bisa Lawan AS-Israel, Iran Minta Negara-Negara Arab tak Fasilitasi Serangan Serdadu Trump-Netanyahu
Peta Iran.(Freepik)

KORPS Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan negara-negara Timur Tengah agar tidak memfasilitasi serangan terhadap Iran, menegaskan bahwa Teheran akan menganggap siapa pun yang terlibat sebagai musuh di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Wakil bidang politik Angkatan Laut IRGC, Mohammad Akbarzadeh menyampaikan bahwa Iran akan memandang negara mana pun sebagai musuh apabila mengizinkan wilayah darat, udara atau perairannya digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

"Negara-negara tetangga adalah teman kami. Tapi jika tanah, wilayah udara, atau perairan mereka digunakan untuk menyerang Iran, kami akan menganggap mereka musuh," kata Akbarzadeh dikutip kantor berita Iran, Fars pada Rabu (28/1).

Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Washington disebut tengah mempertimbangkan opsi serangan sebagai respons atas langkah keras Teheran dalam menangani gelombang protes domestik.

Iran sendiri telah diguncang demonstrasi besar sejak 28 Desember lalu, yang dipicu krisis ekonomi. Aksi yang awalnya berlangsung damai tersebut kemudian berkembang menjadi tuntutan perubahan rezim. Pemerintah Iran mencatat lebih dari 3.000 orang tewas akibat kerusuhan tersebut.

Di tengah situasi itu, Iran juga melakukan pendekatan diplomatik dengan negara-negara tetangga. Mengutip AFP, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dilaporkan telah menyampaikan jaminan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa Arab Saudi tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorinya digunakan untuk menyerang Iran.

Pezeshkian pada Selasa (27/1) juga melakukan percakapan telepon dengan MbS untuk memperingatkan ancaman Amerika Serikat terhadap Iran, yang menurutnya berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah secara luas.

Sementara itu, pada Senin (26/1), kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan telah tiba di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut mengerahkan armada tersebut untuk berjaga-jaga di tengah situasi yang memanas di Teheran.

Meski demikian, Akbarzadeh menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan terjadinya perang. Namun, ia menekankan bahwa Teheran berada dalam kondisi siap sepenuhnya untuk mempertahankan diri jika diserang, sebagaimana dikutip dari Al Arabiya.

Sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan, Iran sejak Selasa (27/1) menggelar latihan militer di wilayah udara Selat Hormuz. Latihan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 29 Januari di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga dilaporkan berencana menggelar latihan besar Angkatan Udara di kawasan Timur Tengah. Namun hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai waktu, lokasi, maupun durasi latihan tersebut. (Fer/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya