Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Infrastruktur Vital Jadi Target, Perang Timur Tengah makin Memanas

Ferdian Ananda Majni
09/3/2026 14:22
Infrastruktur Vital Jadi Target, Perang Timur Tengah makin Memanas
Suasana di Iran.(Mehr News Agency)

KONFLIK antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran semakin meluas, dengan target serangan kini mencakup infrastruktur energi dan air. Serangan terhadap depot minyak di Tehran memicu kebakaran besar, sementara fasilitas desalinasi air di Pulau Qeshm Island dan Bahrain turut terdampak.

Militer Israel mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menyatakan targetnya adalah fasilitas minyak yang disebut memiliki keterkaitan dengan angkatan bersenjata Iran.

Media pemerintah Iran juga melaporkan serangan tersebut. Menurut kantor berita resmi Islamic Republic News Agency (IRNA), depot minyak di selatan Tehran menjadi sasaran.

"Kami melaporkan bahwa sebuah depot minyak di selatan Teheran menjadi sasaran Amerika Serikat dan rezim Zionis," tulis IRNA.

Depot tersebut berada di kawasan yang berdekatan dengan kilang minyak utama, namun Iranian Labour News Agency (ILNA) menyebut fasilitas kilang itu tidak mengalami kerusakan. Serangan lain juga dilaporkan menghantam depot minyak di wilayah barat laut Tehran, dengan kobaran api dan asap tebal terlihat dari lokasi tersebut.

Menurut CEO National Iranian Oil Products Distribution Company, Keramat Veyskarami, empat depot minyak serta pusat distribusi produk minyak bumi di Tehran dan Provinsi Alborz diserang.

"Semalam, empat depot minyak dan pusat transportasi produk minyak bumi di Teheran dan Alborz diserang oleh pesawat musuh," kata Veyskarami kepada televisi pemerintah. Ia menambahkan, fasilitas mengalami kerusakan, namun kebakaran berhasil dikendalikan.

"Empat personel kami, termasuk dua pengemudi truk tangki minyak, tewas dalam insiden tersebut," ujarnya.

Sepanjang malam, asap kebakaran menyelimuti Tehran dan menciptakan kabut gelap di seluruh kota saat pagi hari. Warga setempat melaporkan bau terbakar masih terasa di udara, meski Veyskarami menegaskan bahwa depot minyak Iran masih memiliki cadangan bensin yang cukup. 

Serangan Fasilitas Desalinasi Air

Di sisi lain, militer AS dilaporkan menyerang fasilitas desalinasi air di Pulau Qeshm Island, yang berfungsi mengubah air laut menjadi air minum.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam serangan tersebut sebagai tindakan serius.

"Pasokan air di 30 desa telah terganggu," kata Araghchi. "Menyerang infrastruktur Iran adalah langkah berbahaya dengan konsekuensi serius. AS yang menetapkan preseden ini, bukan Iran," tambahnya.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Bahrain. Kementerian Dalam Negeri Bahrain melaporkan sirene serangan udara sempat dibunyikan, dan warga diminta tetap tenang serta mencari tempat perlindungan.

Serangan drone Iran juga dilaporkan merusak fasilitas desalinasi air di negara tersebut. Beberapa warga mengalami luka akibat puing-puing rudal.

"Agresi Iran secara acak membom target sipil dan menyebabkan kerusakan material pada pabrik desalinasi air setelah serangan oleh drone," kata Kementerian Dalam Negeri Bahrain.

Otoritas Bahrain menyebut tiga orang mengalami luka-luka setelah pecahan rudal Iran jatuh dan merusak sebuah gedung universitas di wilayah Muharraq, pulau barat laut ibu kota Manama.

"Akibat agresi Iran yang terang-terangan, 3 orang terluka dan kerusakan material terjadi pada sebuah gedung universitas di daerah Muharraq setelah pecahan rudal berjatuhan," tambah kementerian.
(AFP/Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya