Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
BIAYA operasi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dalam sepekan pertama dilaporkan melonjak hingga menembus US$6 miliar atau lebih dari Rp101 triliun (asumsi kurs rupiah saat ini). Angka fantastis ini terungkap dalam laporan pejabat Pentagon kepada Kongres AS seiring meningkatnya intensitas "Operasi Epic Fury".
Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar US$4 miliar (Rp67,6 triliun) dari total biaya tersebut dihabiskan khusus untuk penggunaan amunisi presisi dan sistem pencegat rudal canggih. Sejak operasi dimulai pada 28 Februari 2026, militer AS tercatat telah menghantam lebih dari 4.000 target di wilayah Iran, termasuk fasilitas nuklir, markas militer, dan peluncur rudal balistik.
| Komponen Biaya | Estimasi Nilai (USD) | Estimasi Nilai (IDR) |
|---|---|---|
| Amunisi & Rudal Pencegat | US$ 4 Miliar | ± Rp 67,6 Triliun |
| Operasional Kapal Induk (2 Unit) | US$ 26 Juta / Hari | ± Rp 439 Miliar / Hari |
| Mobilisasi Aset Regional | US$ 630 Juta | ± Rp 10,6 Triliun |
| Total Sepekan Pertama | US$ 6 Miliar | > Rp 101 Triliun |
Laporan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan bahwa pada fase awal konflik, Washington rata-rata mengeluarkan sekitar US$891,4 juta atau hampir Rp15 triliun setiap harinya. Biaya ini mencakup operasional dua kelompok kapal induk, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, serta pengerahan pesawat pengebom siluman B-2 Spirit yang menelan biaya terbang hingga US$150.000 per jam.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengindikasikan bahwa operasi ini kemungkinan besar akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan anggota Kongres mengenai pengisian kembali (replenishment) stok persenjataan AS yang mulai menipis, terutama rudal pencegat tipe Patriot dan THAAD yang digunakan untuk menangkis serangan balasan Iran.
Lonjakan biaya perang ini bukan tanpa konsekuensi. Di pasar global, ketegangan di Selat Hormuz telah menyebabkan ketidakpastian pasokan energi. Sementara itu, nilai tukar mata uang rupiah juga terus dipantau ketat oleh otoritas moneter Indonesia seiring potensi fluktuasi harga minyak mentah dunia yang dapat membebani APBN melalui subsidi energi.
Pemerintah AS diperkirakan akan segera mengajukan anggaran tambahan (supplemental budget) kepada Kongres untuk mendanai kelanjutan perang ini, yang oleh sebagian kritikus dianggap mulai mengalihkan sumber daya dari kebijakan domestik Amerika Serikat. (E-4)
Kedubes Iran di Jakarta mengonfirmasi terpilihnya Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran ke-3 di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.
Instruksi itu merupakan turunan dari perintah Divisi Kabinet Pemerintah Bangladesh sebagai langkah lebih lanjut untuk menekan permintaan energi di sektor-sektor tertentu.
Presiden Pezeshkian dan seluruh kekuatan militer Iran resmi bersumpah setia kepada Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, guna memperkuat persatuan melawan agresi.
Lembaga tersebut menambahkan bahwa serangan itu tidak menyebabkan kerusakan material dan tim pemadam kebakaran telah berhasil memadamkan api.
Konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memanas dengan serangan yang menargetkan infrastruktur energi dan air, termasuk depot minyak Tehran.
Apa itu gelar Ayatollah? Pelajari makna "Tanda Tuhan", syarat menjadi mujtahid, hingga peran politiknya dalam sistem kepemimpinan Iran.
Konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memanas dengan serangan yang menargetkan infrastruktur energi dan air, termasuk depot minyak Tehran.
Rusia ajukan draf resolusi Dewan Keamanan PBB desak gencatan senjata di Timur Tengah. Moskow minta semua pihak hentikan eskalasi dan kembali ke meja perundingan.
Harga minyak dunia melonjak tajam melewati US$114 per barel akibat blokade Selat Hormuz.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf sindir salah kalkulasi Donald Trump terkait harga minyak dunia. Ia peringatkan produksi energi global terancam akibat agresi AS-Israel.
PEKERJA migran Indonesia asal Jawa Timur di kawasan Timur Tengah berpotensi tidak bisa pulang ke Tanah Air saat momen mudik Lebaran tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved