Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Harapan Mudik Menipis, Nasib Pekerja Migran Jatim di Timur Tengah Kini di Tangan Pemerintah

Faishol Taselan
09/3/2026 08:22
Harapan Mudik Menipis, Nasib Pekerja Migran Jatim di Timur Tengah Kini di Tangan Pemerintah
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) berjalan keluar terminal setibanya dari Iran di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Senin (30/6/2025).(Antara)

PEKERJA migran Indonesia asal Jawa Timur di kawasan Timur Tengah berpotensi tidak bisa pulang ke Tanah Air saat momen mudik Lebaran tahun ini. Hal itu sehubungan memanasnya peta geopolitik antara Iran dan Israel-Amerika Serikat.

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat guna memantau perkembangan pekerja migran Indonesia di Timur Tengah.

“Untuk di Timur Tengah memang kondisinya sedang dikoordinasikan oleh semua perwakilan kita. Mereka sudah menerbitkan imbauan dan juga call center atau hotline bagi pekerja migran maupun WNI yang berada di wilayah tersebut,” kata Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur, Gimbar Ombai Helawarnana di Surabaya, Minggu (8/3).

Menurutnya, perwakilan RI telah menerbitkan berbagai imbauan sekaligus menyediakan hotline atau call center yang dapat diakses oleh PMI maupun warga negara Indonesia (WNI) di wilayah akreditasi masing-masing.
Layanan tersebut disiapkan agar para PMI dapat melaporkan kondisi mereka apabila membutuhkan bantuan, termasuk jika diperlukan proses evakuasi atau penanganan khusus dari perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri.

“Jika pekerja migran kita membutuhkan bantuan atau bahkan evakuasi, itu bisa disampaikan melalui hotline yang telah disediakan oleh perwakilan RI di negara penempatan,” katanya.

Gimbar menegaskan bahwa apabila PMI dari kawasan Timur Tengah nantinya dipulangkan ke Indonesia, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran melalui BP3MI akan siap memberikan pendampingan setibanya di Tanah Air.

BP3MI Jawa Timur juga akan menyiapkan petugas di bandara untuk membantu proses kepulangan hingga mengantarkan PMI ke daerah asal masing-masing.

“Nanti ketika mereka dipulangkan ke Indonesia, kami dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran akan stand by di bandara untuk membantu mengantar mereka kembali ke daerah asal bekerja sama dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

Pihaknya sudah menyiapkan posko-posko khusus di Bandara Juanda untuk menyambut kedatangan mereka di Jatim bila ada yang memang bisa pulang dari negara negara di Timur Tengah. (FL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya