Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Akibat Cuaca Ekstrem, BPBD Jatim Audit Kelayakan 71 Unit Sistem Peringatan Dini

Faishol Taselan
06/3/2026 16:07
Akibat Cuaca Ekstrem, BPBD Jatim Audit Kelayakan 71 Unit Sistem Peringatan Dini
Pengecekan alat Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System di Jawa Timur.(Dok. BPBD Jatim)

BADAN Penanggulangan bencana daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) melakukan i pengecekan kondisi peralatan Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) yang tersebar di berbagai daerah di Jatim, menyusul cuaca ekstrem yang belakangan terjadi.

“Ada 71 titik EWS milik BPBD Jatim yang dipasang di sejumlah daerah di Jatim yang rawan bencana, semua kita periksa satu persatu,” kata Kepala BPBD Jatim gatot Subroto di Surabaya, Jumat (6/3).

Dalam sepekan ini, kegiatan pengecekan EWS dimulai dari  Kabupaten Banyuwangi, tepatnya EWS sirine tsunami di Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan Kec. Pesanggaran, Senin (2/3). Kegiatan ini lalu berlanjut ke Kabupaten Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek hingga ke Pacitan. 

Rencananya, sebanyak 71 EWS yang meliputi EWS banjir di 27 titik, EWS longsor di 27 titik dan sirine tsunami di 17 titik, akan dilakukan pengecekan, untuk memastikan kondisi fisik dan fungsinya bagi peringatan dini masyarakat sekitar.

Menurut Gatot,  sepanjang cuaca ekstrem yang terjadi di Jatim saat ini, pihaknya terus meminta dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kewaspadaannya, utamanya yang ada di daerah kawasan rawan bencana, baik banjir, longsor maupun tsunami. 

"Selain masyarakat yang harus meningkatkan kewaspadaannya, peralatan EWS juga kami cek kondisinya dan personel BPBD juga kami tingkatkan kesiagaannya," terangnya. 

Gatot berharap, sepanjang cuaca ekstrem yang masih berlangsung saat ini, masyarakat, relawan dan personel BPBD di kabupaten/kota bisa terus berkolaborasi meningkatkan kesiapsiagaannya guna mengurangi risiko bencana yang mungkin terjadi. 

"Sebetulnya, perkembangan EWS di Jatim ini bisa kami pantau lewat dashboard di kantor. Namun, pengecekan langsung ke lapangan juga perlu dilakukan, agar kami bisa mengetahui kondisi riil EWS di lokasi, supaya bisa menjadi alat deteksi dini bagi masyarakat sekitar jika terjadi bencana," katanya.

Dalam kesempatan terpisah,  Abdul Ghafur, Kades Klungkung Kec. Sukorambi, Kab. Jember saat ditemui Tim BPBD Jatim di kantornya, Selasa (3/3), mengaku sangat terbantu dengan keberadaan EWS banjir di wilayahnya. 

Sebab, sekitar 800 KK warganya yang berada di dua dusun di desanya sering mendapat peringatan dini dari alarm yang berbunyi saat debit air sungai di wilayahnya mulai meningkat. 

"Kebetulan warga desa kami masih banyak yang sering mandi di sungai, meski mereka sudah punya kamar mandi di rumah. Mereka sering menerima peringatan dini dari alarm yang berbunyi saat air mulai naik," terangnya. 

Manfaat lain keberadaan EWS juga disampaikan Candra Kristianto, perangkat Desa Kandangan Kec. Pesanggaran Banyuwangi yang ketempatan EWS longsor. 

Adanya EWS yang berlokasi di kaki bukit Kelopo Kembar, menurutnya, bisa menjadi upaya deteksi dini bagi warga sekitar saat akan terjadi longsor. 

"Sudah beberapa kali kami coba, suara alarmnya cukup keras, terdengar hingga di perempatan jalan desa yang jaraknya lebih dari satu kilometer," terangnya kepada Tim BPBD Jatim. 

Heri, warga Desa Mojomulyo Kec. Puger Jember juga memberikan pernyataan yang senada untuk kebermanfaat EWS tsunami di wilayahnya. 

Selain keberadaan sirine, speaker uji coba EWS, menurutnya, juga sangat bermanfaat untuk woro-woro bagi pengunjung pantai yang banyak berwisata di kawasan Pantai Cemara di sekitar lokasi EWS.

"Speaker itu biasa kami gunakan untuk memberikan peringatan kewaspadaan kepada para pengunjung yang biasa datang bersama anak-anak, agar tidak lengah memantau anak-anaknya yang saat bermain di pantai," ujarnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya