Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Teknologi Taman Terumbu Karang Percepat Pemulihan Ekosistem Laut di Jawa Timur

Akmal Fauzi
08/3/2026 19:39
Teknologi Taman Terumbu Karang Percepat Pemulihan Ekosistem Laut di Jawa Timur
Nelayan lokal berlayar sambil diikuti lumba lumba perairan Selat Sempu, Dusun Sendang Biru(Ilustarsi)

MOMENTUM Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day) tahun ini menjadi tonggak sejarah baru bagi konservasi laut di Jawa Timur. Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru bersama Biorock Indonesia, didukung filantropi global Daughters For Earth, resmi mengumumkan keberhasilan instalasi struktur Biorock Garden pertama di wilayah tersebut.
Proyek strategis ini merupakan buah dari dedikasi persiapan teknis dan sosial selama satu tahun penuh (2025–2026). 

Puncaknya, proses penenggelaman struktur terumbu karang dengan teknologi Biorock sukses dilaksanakan pada 23–27 Februari 2026 di Pantai Tiga Warna, kawasan Ekowisata CMC, Sendang Biru.

Sendang Biru merupakan salah satu pelabuhan pendaratan tuna terbesar di Indonesia. Namun, degradasi terumbu karang memaksa nelayan melaut lebih jauh karena hilangnya habitat ikan pesisir. Struktur Biorock Garden dirancang sebagai lumbung pangan alami untuk mengembalikan kemandirian nelayan lokal.
 
"Kami tidak hanya membangun taman di bawah laut; kami sedang membangun kembali rumah bagi sumber pangan kami," ujar Lia Putrinda, pendiri Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru. 

"Kolaborasi ini memberikan harapan baru setelah kegagalan metode konvensional di masa lalu. Ini adalah awal sejarah di mana pemulihan karang mampu menyejahterakan nelayan."

Selama setahun terakhir, fokus utama proyek ini adalah transfer teknologi kepada Tim Bhakti Alam Sendang Biru. Tim lokal ini kini mandiri dalam merancang struktur hingga menginstal sistem kelistrikan tegangan rendah yang membuat karang tumbuh 3-5 kali lebih cepat.

Direktur Biorock Indonesia, menambahkan proyek ini terletak pada Tim Bhakti Alam Sendang Biru yang telah menjadi ahli teknis di wilayahnya sendiri. "Mereka adalah penggerak teknologi demi masa depan pangan Sendang Biru," ujarnya. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya