Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Temuan Mengejutkan: Rantai Makanan Terumbu Karang Karibia Menyusut hingga 70 Persen

Thalatie K Yani
14/2/2026 10:30
Temuan Mengejutkan: Rantai Makanan Terumbu Karang Karibia Menyusut hingga 70 Persen
Studi terbaru Smithsonian mengungkap ekosistem terumbu karang modern kehilangan kompleksitas ekologi dibandingkan 7.000 tahun lalu. Rantai makanan kini memendek drastis.(Unsplash)

TERUMBU Karang di Karibia saat ini bukan sekadar versi yang lebih kecil dari ekosistem masa lalu, melainkan sistem yang berfungsi dengan cara yang jauh berbeda. Sebuah studi terbaru yang dipimpin Smithsonian Tropical Research Institute (STRI) mengungkapkan rantai makanan laut telah memendek hingga 70%, menghilangkan lapisan kompleksitas ekologi yang dulunya menopang predator dan mangsa.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature ini membandingkan kondisi terumbu karang modern di Panama dan Republik Dominika dengan catatan fosil dari masa mid-Holosen atau sekitar 7.000 tahun yang lalu.

Rahasia di Balik "Batu Telinga" Ikan

Untuk merekonstruksi sejarah ini, para ilmuwan menganalisis otolith atau batu telinga ikan. Struktur kecil di kepala ikan ini berfungsi untuk keseimbangan dan pendengaran, namun bagi arkeolog, otolith adalah kapsul waktu kimiawi.

Setiap otolith mengandung rasio isotop nitrogen dari makanan yang dikonsumsi ikan semasa hidupnya. Dengan metode sensitivitas tinggi, tim peneliti berhasil mengekstraksi tanda nitrogen yang terjebak di dalam mineral kalsium karbonat selama ribuan tahun.

"Setiap otolith menceritakan kisah ikan yang hidup ribuan tahun lalu. Melihat kisah-kisah itu menjadi hidup melalui kimia isotop adalah hal yang luar biasa," ujar Brígida de Gracia, salah satu peneliti yang mengidentifikasi ribuan fosil tersebut.

Penyusutan Rantai Makanan

Hasil penelitian menunjukkan pola yang konsisten dan mengejutkan. Jarak antara ikan kecil dan predator besar telah menyusut drastis. Energi kini bergerak melalui lebih sedikit tahapan sebelum mencapai konsumen puncak.

Ikan tingkat tinggi seperti kakap (grunts) dan ikan kardinal kini mengonsumsi makanan dari tingkat yang lebih rendah di rantai makanan. Sebaliknya, variasi diet dalam keluarga ikan yang sama kini menyempit antara 20%-70%. Jika pada masa kuno setiap individu ikan memiliki spesialisasi mangsa yang berbeda, kini mereka cenderung memakan hal yang sama.

"Terumbu karang ini telah kehilangan seluruh dimensi kompleksitas ekologi yang bahkan tidak kita sadari telah hilang sebelumnya," kata Jessica Lueders-Dumont, pemimpin penelitian dari Universitas Princeton.

Implikasi Bagi Konservasi Modern

Memendeknya rantai makanan ini membawa risiko besar bagi stabilitas ekosistem. Terumbu karang kuno memiliki jalur energi yang beragam dan fleksibel, jika satu sumber makanan menurun, jalur lain akan menopang sistem tersebut. Namun, pada terumbu karang modern, ketergantungan pada sumber makanan yang sama membuat seluruh populasi rentan terhadap satu gangguan.

Aaron O’Dea, ilmuwan senior di STRI, menekankan bahwa temuan ini memperkuat bukti bahwa ekosistem saat ini sudah sangat berubah fungsinya.

"Sekarang kita bisa melihat bahwa ikan yang tersisa memberi makan dan berperilaku secara berbeda. Terumbu karang Karibia modern bukan sekadar versi yang berkurang dari masa lalu; mereka berpotensi berfungsi dengan cara yang berbeda," tutup O’Dea.

Memahami perubahan tersembunyi ini diharapkan dapat menjadi panduan baru bagi upaya konservasi sebelum keseimbangan ekologi yang tersisa benar-benar menghilang. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya