Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Bukan Sekadar Penjernih, Tiram Ternyata Menjadi "Benteng" Penyakit bagi Kepiting Biru

Thalatie K Yani
11/2/2026 13:49
Bukan Sekadar Penjernih, Tiram Ternyata Menjadi
Ilustrasi(Unsplash)

SELAMA ini, tiram dikenal sebagai penyaring alami yang tangguh. Mereka bekerja tanpa suara di dasar laut, menyaring alga dan nutrisi berlebih untuk menjaga air tetap jernih. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan peran yang jauh lebih vital: tiram ternyata mampu membersihkan air dari patogen penyakit.

Kemampuan tersembunyi ini memberikan dampak besar bagi penghuni laut lainnya, terutama kepiting biru (blue crab), salah satu komoditas paling berharga di Teluk Chesapeake, Amerika Serikat.

Melawan Parasit Mematikan Fokus utama studi ini adalah parasit Hematodinium perezi. Parasit ini berkembang pesat di air pesisir yang hangat dan asin, serta sangat mematikan bagi kepiting biru muda selama musim panas. Di beberapa wilayah, hampir seluruh populasi kepiting muda dapat terinfeksi dan berujung pada kematian massal.

Peneliti dari Batten School of Coastal & Marine Sciences di William & Mary (VIMS) mencoba melihat apa yang terjadi jika kepiting hidup berdampingan dengan tiram.

"Kami tahu bahwa tiram dan terumbu tiram memberikan berbagai manfaat ekologis, tetapi kemampuan mereka untuk menghilangkan patogen dari lingkungan belum banyak dipelajari," ujar Profesor Jeffrey Shields.

Hasil Eksperimen yang Mengejutkan 

Dalam uji lapangan di Virginia, tim menempatkan kepiting biru muda yang sehat di perairan yang kaya akan parasit. Hasilnya sangat kontras: kepiting yang ditempatkan di dekat tiram hidup memiliki risiko infeksi sepertiga lebih rendah dibandingkan kepiting tanpa perlindungan tiram.

Menariknya, cangkang tiram kosong tidak memberikan efek perlindungan apa pun. Hal ini membuktikan bahwa penurunan tingkat infeksi berasal dari aktivitas penyaringan aktif tiram, bukan sekadar karena struktur fisik terumbu.

Di laboratorium, tiram menunjukkan performa yang lebih impresif. Mereka mampu melahap stadium infeksi parasit tersebut dengan sangat cepat, yakni menyaring lebih dari 60% parasit hanya dalam waktu satu jam.

Implikasi bagi Industri Perikanan

Temuan ini memiliki implikasi serius bagi pengelolaan perikanan. Setiap tahunnya, industri mengambil sekitar 40% kepiting dewasa dari ekosistem. Kekosongan ini harus diisi oleh kepiting muda yang justru sangat rentan terhadap penyakit.

Ketua penulis studi, Xuqing Chen, berharap hasil ini memicu perhatian lebih besar terhadap dinamika penyakit di ekosistem laut. Langkah selanjutnya bagi tim peneliti adalah menggunakan model matematika untuk melihat apakah pemulihan populasi tiram dalam skala besar dapat secara signifikan memperlambat penyebaran penyakit di seluruh wilayah perikanan.

Dengan kondisi lautan yang semakin menghangat akibat perubahan iklim, tiram bukan lagi sekadar pembersih air. Mereka adalah "manajer kesehatan" ekosistem yang melindungi keberlangsungan spesies lain di bawah radar manusia. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya