Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, melontarkan sindiran tajam terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait ketidakstabilan pasar energi global. Qalibaf menilai Washington telah melakukan salah kalkulasi besar dalam agresi militernya terhadap Iran yang kini memicu lonjakan harga minyak mentah.
Melalui unggahan di akun X miliknya pada Minggu (8/3/2026), Qalibaf menyoroti pernyataan Trump yang berubah-ubah mengenai dampak ekonomi dari konflik ini. "Trump awalnya mengatakan harga minyak tidak akan naik banyak; sekarang setelah harga melonjak, dia bilang itu akan segera terkoreksi!" tulis Qalibaf.
Ia memperingatkan bahwa jika peperangan terus berlanjut, gangguan pada rantai produksi dan distribusi minyak tidak akan terhindarkan. Menurutnya, dampak ini tidak hanya akan merugikan Amerika Serikat, tetapi juga menghanguskan kepentingan negara-negara di kawasan dan dunia demi ambisi politik tertentu.
Pasar energi global mengalami guncangan hebat menyusul eskalasi perang antara AS-Israel melawan Iran. Harga minyak mentah dunia meroket melampaui level psikologis US$100 per barel, memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi jangka panjang di tengah konflik yang kian memanas.
Minyak mentah jenis Brent, yang menjadi patokan internasional, sempat melonjak hingga 20% pada perdagangan Minggu (8/3), menyentuh angka US$111 per barel. Meskipun sempat mengalami moderasi tipis, harga Brent masih bertahan di kisaran US$107,50 pada perdagangan Senin (9/3) pagi.
Lonjakan ini menandai pertama kalinya harga minyak dunia menembus angka US$100 sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 silam. Para investor dan pelaku pasar bereaksi cepat terhadap risiko penutupan jalur logistik vital di Selat Hormuz serta potensi kerusakan infrastruktur migas di kawasan Teluk.
Kenaikan harga yang drastis ini diprediksi akan memberikan tekanan besar pada inflasi global dan harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Hingga saat ini, pelaku pasar masih terus memantau perkembangan Operation Epic Fury dan potensi serangan balasan Iran yang dapat semakin memperburuk stabilitas distribusi energi global.
Konflik ini meletus sejak 28 Februari lalu, menyusul serangan besar-besaran AS dan Israel yang menargetkan infrastruktur militer serta sipil Iran hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, angkatan bersenjata Iran telah melancarkan serangkaian operasi balasan menggunakan gelombang rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer AS serta posisi Israel di kawasan tersebut.
Ketegangan AS-Iran memuncak. Teheran ancam bakar kapal perang AS, sementara Gedung Putih klaim ada pesan berbeda di balik pintu tertutup.
MILITER Amerika Serikat tengah menyiapkan skenario operasi darat di Iran yang berpotensi berlangsung selama beberapa pekan. Namun masih menunggu keputusan Presiden AS Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi dengan Iran menunjukkan kemajuan, tetapi memperingatkan akan menghancurkan infrastruktur energi Iran jika pembicaraan gagal.
Iran menegaskan belum ada negosiasi langsung dengan AS dan menyebut kontak baru sebatas mediator, memukul klaim Washington soal diplomasi.
Trump mengklaim Iran mengirim 20 kapal tanker minyak ke AS lewat Selat Hormuz sebagai tanda hormat, di tengah negosiasi yang disebut makin dekat.
Aksi No Kings yang ketiga sekaligus terbesar berlangsung pada 28 Maret 2026 di Amerika Serikat. Menurutnya, para demonstran memandang kebijakan pemerintahan Trump
AKSI protes besar-besaran menentang pemerintahan Presiden Donald Trump kembali berlangsung di berbagai kota di Amerika Serikat dalam gelombang demonstrasi bertajuk No Kings.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved