Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR saham Australia terjun bebas pagi ini dengan penurunan tajam sebesar 3%, yang menghapus nilai pasar perusahaan-perusahaan terbesar negara tersebut hingga hampir US$90 miliar. Indeks acuan S&P/ASX200 merosot ke level 8.576,2 poin pada perdagangan awal, setelah ditutup pada posisi 8.851 pekan lalu.
Kepanikan pasar ini dipicu ekspektasi Amerika Serikat akan melanjutkan perang terhadap Iran. Konflik tersebut telah melumpuhkan pengiriman minyak dan mengirim harga energi melonjak drastis. Pagi ini, harga minyak global melampaui US$100 (Sekitar Rp1,7 juta) per barel untuk pertama kalinya sejak 2022, kini bertengger di kisaran US$106 (Sekitar Rp1,8 juta) per barel.
Hampir tidak ada sektor yang aman dari aksi jual ini. Sebanyak 186 dari 200 perusahaan top Australia mengalami penurunan nilai. Bank-bank besar turun masing-masing 3%, produsen logam jarang (rare earths) seperti Iluka dan Lynas merosot di atas 5%, sementara maskapai Qantas dan Virgin Airlines anjlok masing-masing 6%.
Satu-satunya emiten yang bertahan adalah mereka yang berada di sektor energi, seperti perusahaan gas Woodside serta pengecer bahan bakar Ampol dan Viva. Di sisi lain, gangguan ekonomi akibat perang ini membuat nilai dolar AS melonjak, yang berimbas pada jatuhnya dolar Australia ke bawah level 70 sen AS.
Kondisi serupa terjadi di bursa berjangka Amerika Serikat. Kontrak berjangka Dow Jones jatuh 848 poin atau 1,79%, sementara Nasdaq 100 turun 1,9%. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 18% ke atas US$107 per barel, kenaikan mingguan terbesar sejak kontrak ini mulai diperdagangkan pada tahun 1983.
Lonjakan ini terjadi setelah produsen utama di Timur Tengah memangkas output akibat penutupan jalur kunci Selat Hormuz. Irak dilaporkan mengalami penurunan produksi hingga 70%, sementara Kuwait juga mengumumkan pemotongan jumlah produksi.
Presiden Donald Trump menanggapi santai gejolak ini melalui unggahan di media sosial pada Minggu malam. Ia menyebut kenaikan harga minyak jangka pendek adalah "harga yang sangat kecil untuk dibayar" demi menghancurkan ancaman nuklir Iran.
Trump mengklaim perang tersebut "sudah dimenangkan", terutama setelah munculnya laporan penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Agung Iran yang baru. Namun, pasar tetap waspada karena durasi konflik masih sangat tidak pasti.
“Pasar jelas merasa gelisah karena dampak dan durasi perang di Timur Tengah sangat tidak pasti, dengan potensi rentang hasil yang luas bagi ekonomi,” tulis Rick Rieder, CIO BlackRock, dalam catatan kepada kliennya.
Bagi banyak analis di Wall Street, level minyak US$100 adalah titik kritis bagi ekonomi global. Jika perang tidak segera diselesaikan dan harga tidak segera turun, dikhawatirkan kenaikan biaya energi ini akan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia secara dramatis. (The Guardian/CNBC/Z-2)
Ketegangan di Selat Hormuz dorong harga minyak dunia naik. Studi FEB UI menyebut BUMN Indonesia menghadapi tekanan besar, terutama di sektor energi dan transportasi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah belum akan membatasi subsidi bahan bakar minyak atau BBM dan menjamin ketersediaan stok tetap aman di tengah gejolak harga minyak dunia
Lonjakan harga minyak dunia dorong kenaikan BBM. Ekonom nilai langkah ini penting untuk jaga stabilitas APBN.
Presiden Trump kirim sinyal baur: klaim misi militer di Iran hampir usai namun tambah 2.500 pasukan. Ketidakpastian ini picu gejolak harga minyak dan pasar saham.
Larry Fink mengungkap potensi resesi hebat akibat krisis energi dan ancaman Iran. Ia juga bicara soal nasib ijazah kuliah di tengah ledakan AI.
Presiden AS Donald Trump menyebut Iran memberikan 'hadiah' signifikan terkait aliran minyak di Selat Hormuz. Apakah ini sinyal berakhirnya perang?
MILITER Amerika Serikat tengah menyiapkan skenario operasi darat di Iran yang berpotensi berlangsung selama beberapa pekan.
Turki sinyalkan intervensi ke Irak utara jika PKK dan PJAK terlibat perang Iran. Erdogan tegaskan sikap itu kepada Trump di tengah eskalasi konflik kawasa
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Washington telah mulai mengambil langkah-langkah untuk menguasai Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik dengan Iran.
Di tengah serangan AS-Israel, Washington membuka peluang negosiasi dengan Iran. Trump dorong kesepakatan damai segera tercapai.
Presiden Donald Trump menegaskan konflik dengan Iran belum usai. Targetkan ribuan titik baru dan berikan ultimatum penutupan Selat Hormuz hingga 6 hari ke depan.
Menlu AS Marco Rubio menyatakan AS menunggu klarifikasi Iran terkait proposal perdamaian 15 poin. Ia optimis perang berakhir tanpa pasukan darat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved