Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Menhan AS Pete Hegseth, Presiden Trump yang Akan Tentukan 'Syarat Menyerah' Iran

Thalatie K Yani
09/3/2026 09:34
Menhan AS Pete Hegseth, Presiden Trump yang Akan Tentukan 'Syarat Menyerah' Iran
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa Presiden Donald Trump yang akan menentukan syarat menyerah bagi Iran di tengah penyelidikan serangan sekolah Minab.(Media Sosial X)

MENTERI Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menegaskan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump akan menetapkan sepenuhnya "syarat penyerahan diri" bagi Iran. Pernyataan ini muncul menyusul ketegangan yang kian memuncak setelah serangan udara di wilayah tersebut.

Pernyataan Hegseth ini merujuk pada pernyataan Presiden Trump pekan lalu yang menegaskan bahwa, "Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali PENYERAHAN TANPA SYARAT!"

Dalam wawancara di program 60 Minutes CBS yang ditayangkan Minggu (8/3), Hegseth menjelaskan makna di balik istilah "penyerahan tanpa syarat" tersebut dalam konteks militer saat ini.

"Artinya kita bertempur untuk menang. Artinya kita yang menetapkan syaratnya. Kita akan tahu kapan mereka tidak lagi mampu bertempur. Akan ada titik di mana mereka tidak punya pilihan selain melakukan itu. Terlepas dari mereka menyadarinya atau tidak, mereka akan menjadi tidak efektif dalam pertempuran. Mereka akan menyerah," ujar Hegseth.

Hegseth menambahkan bahwa meski penyerahan diri bisa terjadi dalam berbagai bentuk, keputusan akhir berada di tangan Trump, bukan pihak Iran. "Apakah mereka mau mengakuinya atau tidak, apakah harga diri mereka membiarkan mereka mengucapkannya dengan lantang atau tidak, Presiden Trump-lah yang akan menetapkan syarat-syaratnya," tambahnya.

Penyelidikan Serangan Sekolah Minab

Selain membahas strategi perang, Hegseth juga menyinggung soal insiden serangan terhadap sebuah sekolah di Iran yang menewaskan sedikitnya 168 anak. Meski laporan media menunjukkan dugaan tanggung jawab AS, Hegseth menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung.

"Kami masih melakukan penyelidikan, dan saya akan membatasi pernyataan saya sampai di situ hari ini. Namun, yang ingin saya tegaskan kepada Anda dan dunia adalah bahwa tidak seperti musuh kami, Iran, kami tidak pernah menargetkan warga sipil," tegas Hegseth.

Situasi menjadi menarik saat sehari setelah wawancara tersebut, Presiden Trump justru secara terbuka menyatakan keyakinannya Iran bertanggung jawab atas serangan sekolah tersebut. Menanggapi perbedaan narasi ini, Hegseth yang mendampingi Trump di pesawat Air Force One tetap pada pernyataan awalnya bahwa penyelidikan masih dilakukan.

Namun, ia menutup dengan pernyataan diplomatis yang menyudutkan pihak lawan. "Satu-satunya pihak yang menargetkan warga sipil adalah Iran," pungkasnya. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya