Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Trump-Netanyahu Ancam Serang Iran Lagi

Ferdian Ananda Majni
30/12/2025 20:48
Trump-Netanyahu Ancam Serang Iran Lagi
Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan tegas mendukung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran, menyalahkan Hamas atas terhambatnya gencatan senjata di Gaza, dan kembali menyerukan agar Netanyahu memperoleh pengampunan.

"Saya tidak khawatir tentang apa pun yang dilakukan Israel," kata Trump dalam konferensi pers bersama setelah pembicaraan mereka di Mar-a-Lago, kemarin. Namun, ia mengisyaratkan ada perbedaan pendapat dengan Netanyahu yang disebut sebagai orang kuat dan kadang-kadang bisa sangat sulit diarahkan. Kontras itu menggarisbawahi hubungan Trump dengan sekutu terdekat AS di Timur Tengah itu. 

Trump memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi serangan militer jika mereka berupaya menambah rudal balistik atau memulai kembali program nuklirnya. Ini sejalan dengan ancaman Netanyahu. 

"Saya harap mereka tidak mencoba untuk membangun kembali kekuatan militer mereka. Jika mereka melakukannya, kita tidak akan punya pilihan selain dengan cepat memberantas pembangunan itu," kata Trump. Namun, ia terbuka untuk memperbarui pembicaraan diplomatik dengan Teheran.

Selain soal Iran, Trump menyoroti tindakan Israel di Tepi Barat yang diduduki, termasuk kekerasan pemukim, yang merusak tujuannya menstabilkan Timur Tengah. Menurutnya, dirinya dan Netanyahu berbeda pandangan tentang Tepi Barat tetapi akan mencapai kesepakatan. Trump juga mengabaikan ketegangan antara Israel dan Turki.

"Kami belum pernah memiliki teman, bahkan teman dekat, seperti Presiden Trump di Gedung Putih," kata Netanyahu. "Terkadang kami memiliki ide berbeda tetapi kami menyelesaikannya. Ini pertemuan yang sangat, sangat produktif."

Dukungan untuk Netanyahu bukanlah hal aneh bagi Trump yang sering secara terbuka merangkul pemimpin Israel tersebut. Meskipun demikian, ada ketegangan yang telah lama mencuat dan tujuan yang terkadang sangat berbeda. Secara politik, Trump menghadapi basis Partai Republik, khususnya pemilih muda, yang cenderung lebih kritis terhadap Israel.

Netanyahu mengatakan pemerintahnya akan menganugerahkan Penghargaan Israel kepada Trump, penghargaan sipil tertinggi negara itu dan belum pernah diberikan kepada non-Israel. Dalihnya, Trump mewujudkan gencatan senjata di Jalur Gaza yang dianggap mustahil.

Netanyahu memberi sinyal bahwa ia terbuka untuk mengikuti Trump terkait Gaza untuk saat ini. Ia pun mempertimbangkan dimulai kembali operasi militer terhadap Iran dan langkah-langkah baru terhadap militan Hizbullah di Libanon.

Trump kadang-kadang menunjukkan rasa frustrasi terhadap rekan sejawatnya dari Israel itu, termasuk setelah serangan Israel baru-baru ini di Gaza. Menurut para pejabat AS, serangan Israel itu dapat membahayakan gencatan senjata yang ditengahi AS. 

Israel memberi sinyal bahwa mereka tidak akan menarik diri dari wilayah tersebut sampai Hamas melucuti senjata. Sementara itu, upaya AS membujuk negara-negara lain untuk menyumbangkan tentara ke pasukan stabilisasi yang diusulkan sejauh ini belum membuahkan hasil.

Trump mengatakan ia ingin memajukan kesepakatan gencatan senjata Gaza secepat mungkin. Akan tetapi, ia membebankan tanggung jawab kepada Hamas yang harus menyerahkan senjatanya atau akan ada konsekuensi yang mengerikan.

Israel yakin rencana Trump akan berhasil dan tidak mengesampingkan kemungkinan operasi baru di Gaza. Namun secara publik mereka mengatakan masih terlalu dini bagi Israel untuk mengganggu proses yang dipimpin AS. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya