Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Update Perang AS-Israel vs Iran: 555 Tewas, 3 Jet F-15 AS Jatuh di Kuwait

Putri Rosmalia Octaviyani
02/3/2026 21:30
Update Perang AS-Israel vs Iran: 555 Tewas, 3 Jet F-15 AS Jatuh di Kuwait
Serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah pemukiman penduduk Iran.(Dok. ANTARA/Anadolu/py.)

KONFLIK bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran memasuki hari ketiga pada Senin (2/3/2026) dengan skala eskalasi yang kian meluas. Laporan terbaru dari Bulan Sabit Merah Iran mengonfirmasi bahwa sedikitnya 555 orang tewas akibat serangan udara yang menghantam 131 kota di seluruh negeri sejak Sabtu lalu.

Perang yang dipicu oleh "Operasi Epic Fury" ini telah menyebabkan perubahan drastis pada peta politik Iran. Menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei dalam serangan di Teheran, pemerintah Iran mengumumkan pembentukan Dewan Kepemimpinan Provisional untuk menjalankan fungsi pemerintahan darurat.

Perlawanan Kuwait

Di tengah upaya Iran melakukan serangan balasan ke pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk, sebuah insiden tragis dilaporkan terjadi di Kuwait. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa tiga jet tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara AS ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait secara tidak sengaja.

Pihak militer Kuwait dilaporkan salah mengidentifikasi jet tersebut sebagai ancaman masuk di tengah hujan rudal dan drone Iran. "Seluruh enam kru pesawat berhasil keluar dengan selamat dan saat ini dalam kondisi stabil," tulis pernyataan resmi CENTCOM.

Statistik Kerusakan dan Korban (Hingga 2 Maret 2026)

Kategori Detail Data
Korban Jiwa Iran 555 tewas (131 kota terdampak)
Korban Jiwa Israel 11 tewas akibat serangan rudal balistik
Kerugian Alutsista AS 3 Jet F-15E jatuh (Friendly Fire di Kuwait)
Dampak Ekonomi Harga gas Eropa naik 42%; Qatar hentikan produksi LNG

Dampak Global dan Ancaman Blokade

Dunia kini mewaspadai penutupan total Selat Hormuz oleh militer Iran sebagai langkah balasan terakhir. Jika jalur logistik minyak ini terputus, harga minyak dunia diprediksi akan menembus rekor tertinggi baru. Sementara itu, di Lebanon, kelompok Hezbollah telah meluncurkan serangan roket ke wilayah utara Israel sebagai bentuk solidaritas atas wafatnya Khamenei, yang memicu serangan balasan Israel ke Beirut dan menewaskan 31 orang.

Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut hingga seluruh target nuklir dan infrastruktur militer Iran dilumpuhkan total. "Kami tidak memulai perang ini, tapi kami akan mengakhirinya," tegas Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth. (Aljazeera/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya