Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Iran Sebut Ratusan Sipil Jadi Korban Serangan AS dan Israel

Ferdian Ananda Majni
02/3/2026 22:14
Iran Sebut Ratusan Sipil Jadi Korban Serangan AS dan Israel
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memberikan keterangan pers terkait wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran di kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Senin (2/3)..(ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO)

PEMERINTAH Iran mengeklaim sedikitnya 555 warga sipil tewas akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyebut sebagian besar korban merupakan anak-anak dan perempuan yang tengah menjalankan ibadah puasa.

"Dalam penyerangan ini, sampai dengan hari ini lebih dari 555 orang masyarakat sipil menjadi korban, di mana sebagian besar di antaranya berasal dari kalangan anak-anak dan perempuan," kata Boroujerdi dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (2/3).

Ia merinci, sekitar 200 korban di antaranya adalah anak-anak usia sekolah dasar. Menurutnya, para korban merupakan warga nonmiliter yang sedang menjalankan ibadah puasa saat serangan terjadi.

"Kurang lebih 200 anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar meninggal dunia, serta berbagai golongan masyarakat nonmiliter yang sedang menjalankan ibadah puasa turut menjadi korban," ungkapnya.

Kecam Israel dan AS

Dalam kesempatan itu, Boroujerdi juga melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Israel dan Amerika Serikat. Ia menilai kedua negara tersebut tidak menunjukkan komitmen terhadap jalur diplomasi yang tengah berlangsung.

"Ini membuktikan sekali lagi bahwa mereka tidak patuh terhadap diplomasi dan tidak patuh terhadap negosiasi," ujarnya.

Ia menegaskan serangan dilakukan ketika Iran masih terlibat dalam proses perundingan. Boroujerdi turut menyinggung pernyataan Menteri Luar Negeri Oman yang disebutnya berperan sebagai mediator netral dalam proses diplomatik tersebut.

"Sekali lagi terbukti bahwa pada saat kami berada di meja perundingan, mereka melakukan penyerangan terhadap Iran. Hal ini juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Oman sebagai mediator yang tidak berpihak," pungkasnya.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait klaim jumlah korban yang disampaikan pemerintah Iran tersebut. Situasi di kawasan dilaporkan masih memanas seiring berlanjutnya operasi militer dan serangan balasan. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya