Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Komandan Iran Bersumpah akan Membom Siprus untuk Memaksa Pesawat AS Pergi

Cahya Mulyana
02/3/2026 22:26
Komandan Iran Bersumpah akan Membom Siprus untuk Memaksa Pesawat AS Pergi
Rudal Iran.(SCMP)

BRIGADIR Jenderal Ibrahim Jabari, seorang komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), dikutip oleh kantor berita Tasnim mengatakan bahwa Iran berencana meluncurkan rudal ke Siprus.

“Amerika telah memindahkan sebagian besar pesawat mereka ke Siprus, dan kami akan meluncurkan beberapa rudal ke Siprus untuk memaksa mereka meninggalkan tempat itu juga,” katanya, menurut laporan tersebut, dikutip dari Aljazeera, Senin (2/3).

Sementara itu, ledakan keras dilaporkan terjadi di area dekat fasilitas nuklir Isfahan, pangkalan udara di Iran tengah. Terdapat laporan tentang ledakan keras yang terdengar dari daerah dekat fasilitas nuklir dan pangkalan udara di kota Isfahan, Iran tengah.

Kemudian pemerintah Jerman sedang bersiap untuk mengevakuasi warga negaranya yang rentan dan terjebak akibat konflik di Timur Tengah, termasuk anak-anak, orang sakit, dan wanita hamil, kata Menteri Luar Negeri Johann Wadephul. Pesawat-pesawat tersebut akan dikirim ke ibu kota Arab Saudi, Riyadh, dan Muscat di Oman, kata Wadephul.

Diperkirakan hingga 30.000 wisatawan dari agen perjalanan Jerman terdampak oleh konflik regional yang meningkat, yang dimulai pada hari Sabtu dengan serangan AS-Israel terhadap Iran. Teheran kemudian membalas, menyerang pasukan AS di negara-negara Teluk seperti Qatar dan Uni Emirat Arab yang juga berfungsi sebagai pusat transportasi udara internasional utama.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman sebelumnya mengatakan pada hari Senin bahwa evakuasi akan menjadi "upaya terakhir".

Wadephul mengatakan Kementerian Luar Negeri akan mengirim tim dukungan krisis ke Muscat, Doha, dan Dubai, sementara “tim lainnya sedang menyelidiki situasi di perbatasan”.

Warga negara Jerman dapat didorong untuk menyeberangi perbatasan ke negara-negara seperti Oman dan Arab Saudi yang wilayah udaranya masih terbuka. Sebuah tim dari Kedutaan Besar Jerman di Kairo membantu proses penyeberangan perbatasan dari Israel. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya