Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

AS Perkirakan Kerugian Tambahan Setelah 4 Tentara Tewas dalam Agresi di Iran

Cahya Mulyana
02/3/2026 20:38
AS Perkirakan Kerugian Tambahan Setelah 4 Tentara Tewas dalam Agresi di Iran
ilustrasi.(Anadolu)

KEPALA Staf Gabungan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) Jenderal Dan Caine mengatakan bahwa operasi gabungan AS-Israel di Iran bukanlah “misi semalam” dan memperkirakan adanya kerugian tambahan di pihak AS. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Pentagon, Selasa.

“Kami akan berupaya meminimalkan kerugian AS, tetapi seperti yang dikatakan sekretaris jenderal, ini adalah operasi tempur besar,” ujar Caine.

Korban Militer ASOperasi militer  Korban militer AS  Konflik Timur Tengah  Serangan gabungan AS-Israel  Strategi militer

Sebelumnya dilaporkan bahwa empat anggota militer AS tewas dalam operasi ini. Menanggapi situasi tersebut, Menteri Pertahanan AS Hegseth menegaskan bahwa serangan terhadap Iran dilakukan secara tepat sasaran dan dahsyat, namun operasi ini tidak akan berubah menjadi perang tanpa akhir.

Hegseth juga mengakui bahwa operasi ini memang akan melibatkan korban jiwa, dan mendesak warga Iran untuk memanfaatkan “kesempatan luar biasa” yang disebut sebagai pesan dari Presiden Donald Trump, yang menekankan bahwa “sekarang adalah waktu Anda.”

Selain itu, Hegseth menyampaikan peringatan kepada pasukan keamanan Iran untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya dengan hati-hati, sekaligus menekankan bahwa Washington berkomitmen pada strategi militer yang terukur. (Aljazeera/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya