Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Siapa Saja Tokoh Senior Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel?

Haufan Hasyim Salengke
02/3/2026 14:17
Siapa Saja Tokoh Senior Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel?
Ayatollah Ali Khamenei ketika menghadiri upacara berkabung di Teheran yang menandai hari kesembilan bulan Muharram dalam kalender Islam.(Kiriman via AFP)

ESKALASI di Timur Tengah mencapai titik kulminasi setelah serangan besar yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2). Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikonfirmasi tewas bersama jajaran tokoh senior pemerintahan dan militer dalam operasi tersebut.

Pada Minggu (1/3) pagi, kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengonfirmasi kematian Khamenei yang berusia 86 tahun. Putri, menantu, dan cucu pemimpin tertinggi itu juga tewas dalam serangan terkoordinasi AS dan Israel terhadap Iran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pembunuhan Khamenei adalah "deklarasi perang terbuka terhadap umat Islam", khususnya penganut Syiah.

"Peristiwa tragis ini adalah cobaan terbesar yang dihadapi dunia Islam saat ini," kata Pezeshkian dalam pesan tertulis yang menyampaikan belasungkawa atas pembunuhan pemimpin tertinggi, yang telah memerintah Iran selama lebih dari tiga dekade.

IRNA juga mengonfirmasi pembunuhan beberapa tokoh senior lainnya. Berikut beberapa di antaranya:

1. Ali Shamkhani

Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Pertahanan Iran dan penasihat kunci Khamenei, turut menjadi korban dalam serangan udara tersebut. Shamkhani adalah tokoh sentral dalam negosiasi nuklir Iran yang baru saja merampungkan putaran terbaru pada Jumat lalu.

“Jika isu utama negosiasi bukan soal pembuatan senjata nuklir oleh Iran, maka hal ini sesuai dengan dekrit agama pemimpin Iran dan doktrin pertahanan negara. Kesepakatan segera berada dalam jangkauan,” ujar Shamkhani dalam komentar terakhirnya.

Sebelumnya, ia sempat bertahan hidup meski terluka parah dalam serangan Israel Juni 2025. Shamkhani dikenal sebagai kepala keamanan dengan masa jabatan terlama kedua sejak revolusi Iran 1979. (Foto: Atta Kenare/AFP)

2. Abdolrahim Mousavi

Panglima Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, dikonfirmasi tewas. Mousavi, yang baru menjabat posisi tersebut tahun lalu, merupakan sosok di balik pengembangan rudal balistik dan sistem drone Iran. Ia sebelumnya menjabat sebagai Panglima Angkatan Darat (2017-2025) dan sempat menjadi target sanksi Barat atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dalam penanganan protes domestik tahun 2019. (Foto: Fatemeh Bahrami/Anadolu Agency)

3. Aziz Nasirzadeh

Menteri Pertahanan dalam kabinet Pezeshkian, Aziz Nasirzadeh, gugur dalam tugas. Nasirzadeh dikenal sebagai sosok vokal yang tak gentar menghadapi gertakan Barat dan pernah mengancam akan meratakan pangkalan militer AS jika Iran diserang.

“Jika konflik dipaksakan kepada kami, semua pangkalan AS berada dalam jangkauan kami, dan kami akan dengan berani menargetkan mereka di negara tuan rumah,” tegas Nasirzadeh saat memperingatkan AS dan Israel tahun lalu. Ia juga sempat menyatakan keyakinannya bahwa “Perlawanan akan mengalahkan Israel seperti yang terjadi pada 2006". 

Ia sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala staf angkatan bersenjata Iran dan juga menjabat sebagai komandan angkatan udara Iran dari tahun 2018 hingga 2021. Dengan posisinya itu, ia memainkan peran vital dalam menjaga infrastruktur nuklir dan militer Iran selama ketegangan meningkat dengan Israel sejak Juni 2025. (Foto:  Marcelo Garcia/Venezuelan Presidency/Handout via AFP) 

4. Mohammad Pakpour

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kehilangan pemimpin tertingginya. Mohammad Pakpour, yang baru ditunjuk sebagai Komandan Utama IRGC pada Juni 2025, tewas dalam serangan tersebut. Pakpour adalah veteran perang Irak-Iran tahun 1980-an dan telah memimpin pasukan darat IRGC selama 16 tahun sebelum akhirnya menjabat sebagai orang nomor satu di elite militer tersebut. (Foto: AFP)

Siapa yang akan Menggantikan para Pejabat Iran Tersebut?

Sebuah dewan beranggotakan tiga orang--terdiri dari Presiden Iran Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan salah satu ahli hukum Dewan Penjaga--akan sementara mengambil alih semua tugas kepemimpinan di negara tersebut, demikian dilaporkan televisi pemerintah Iran.

Alireza Arafi, seorang pemimpin agama di Dewan Garda, telah ditunjuk sebagai anggota dewan kepemimpinan Iran, badan yang bertugas memenuhi peran pemimpin tertinggi hingga Majelis Pakar memilih pemimpin baru.

Melaporkan dari Teheran, Maziar Motamedi dari Al Jazeera mengatakan bahwa IRGC dan kepala keamanan Ali Larijani juga diperkirakan akan memainkan peran penting. Ia mencatat bahwa sementara panglima tertinggi IRGC telah dibunuh, saluran Telegram yang terkait dengan IRGC menyebut wakil kepala Ahmad Vahidi, yang ditunjuk untuk posisi tersebut oleh Khamenei dua bulan lalu, sebagai kandidat yang potensial. (Al-Jazeera/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya