Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Perang Meluas ke Selat Hormuz Iran: Tiga Kapal Diserang, 1 Tenggelam

Ferdian Ananda Majni
02/3/2026 16:16
Perang Meluas ke Selat Hormuz Iran: Tiga Kapal Diserang, 1 Tenggelam
Kapal di Selat Hormuz(AFP)

TIGA kapal menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz pada Minggu (1/3), di tengah eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel. Otoritas keamanan maritim Inggris, UK Maritime Trade Operations, memastikan seluruh awak kapal selamat meski sejumlah kapal mengalami kerusakan dan kebakaran.

Lembaga keamanan maritim Inggris, UK Maritime Trade Operations (UKMTO), menyatakan seluruh awak kapal selamat dan berada dalam kondisi baik.

"Satu kapal, di lepas pantai Oman, kena proyektil tak dikenal di atas garis air. Meskipun awalnya dilaporkan ruang mesinnya terbakar, kini api sudah dilaporkan berhasil dikendalikan," kata UKMTO dilansir AFP, Senin (2/3).

UKMTO juga melaporkan insiden lain yang menimpa kapal berbeda. 

"Kapal lain juga terkena proyektil yang memicu kebakaran. Api telah dipadamkan dan kapal berencana melanjutkan perjalanannya," demikian keterangan tersebut.

Perusahaan keamanan maritim swasta Vanguard Tech menyebut kapal kedua yang terdampak merupakan sebuah kapal tanker yang berada sekitar 17 mil laut barat laut Mina Saqr, Uni Emirat Arab. 

Selain itu, UKMTO menyampaikan bahwa satu proyektil lainnya meledak sangat dekat dengan kapal berbeda, sekitar 35 mil laut di barat Sharjah, Uni Emirat Arab.

Sementara itu, televisi pemerintah Iran melaporkan sebuah kapal tanker minyak tenggelam setelah diserang saat melintasi Selat Hormuz. 

"Nasib tanker minyak yang diserang saat mencoba melewati Selat Hormuz secara ilegal adalah kini kapal itu tenggelam," lapor televisi negara tersebut tanpa memberikan rincian tambahan. Tayangan yang disiarkan memperlihatkan asap hitam tebal membumbung dari kapal yang terbakar.

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai jalur strategis perdagangan energi global. Sekitar seperempat pasokan minyak dunia dan seperlima perdagangan gas alam cair melewati perairan sempit tersebut setiap harinya.

Sehari sebelumnya, Garda Revolusi Iran mengumumkan penutupan jalur pelayaran di kawasan itu dan memperingatkan bahwa wilayah tersebut menjadi berbahaya menyusul serangan militer AS dan Israel. 

Situasi ini semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan dan kelancaran distribusi energi global. (CNN/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya