Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Iran Tutup Pintu Dialog, Konflik AS-Israel Diprediksi Jadi Perang Berkepanjangan

mediaindonesia.com
02/3/2026 17:19
Iran Tutup Pintu Dialog, Konflik AS-Israel Diprediksi Jadi Perang Berkepanjangan
Tim penyelamat dan warga lokal berupaya menyelamatkan korban luka dari reruntuhan di sebuah sekolah khusus perempuan yang diserang di Minah, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada 28 Februari 2026.(Xinhua)

Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik nadir setelah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, secara tegas menyatakan bahwa Teheran tidak akan membuka jalur negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi militer besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel ke wilayah Iran sejak Sabtu, 28 Februari 2026.

Larijani membantah laporan media Barat yang menyebut adanya inisiatif diplomasi melalui mediator Oman. Ia justru menuding Presiden AS Donald Trump telah menjerumuskan kawasan ke dalam kekacauan demi kepentingan politik "Israel First".

Dampak Serangan Gabungan

Operasi militer yang dijuluki Operation Lion's Roar oleh Israel dan Epic Fury oleh AS dilaporkan telah melumpuhkan sejumlah infrastruktur strategis. Namun, dampak kemanusiaan yang ditimbulkan sangat masif. Berdasarkan data terbaru:

Kategori Detail Informasi
Korban Jiwa Lebih dari 201 orang tewas di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Tragedi Sipil Serangan di sekolah dasar putri di Minab menewaskan sedikitnya 148 orang.
Balasan Iran Penutupan Selat Hormuz dan serangan rudal ke kapal induk USS Abraham Lincoln.

Prediksi Konflik Berkepanjangan

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menilai bahwa aksi militer ini bukan sekadar upaya menghentikan program nuklir, melainkan upaya sistematis untuk menumbangkan pemerintahan di Teheran. "Ini akan menjadi konflik yang berkepanjangan karena Iran memiliki jaringan politik dan militer yang signifikan di kawasan," ujarnya.

Kini, perhatian dunia tertuju pada Dewan Kepemimpinan sementara Iran yang dipimpin oleh Ayatollah Alireza Arafi. Langkah yang diambil oleh kepemimpinan transisi ini akan menentukan apakah perang akan meluas menjadi konflik regional atau tetap terlokalisasi di wilayah Persia. (MTVN/Antaranews/I-1)

Catatan Redaksi: Bagi keluarga WNI yang memiliki kerabat di Iran, KBRI Teheran telah membuka hotline darurat guna memantau proses evakuasi dan keamanan warga negara Indonesia di zona konflik.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya