Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Di tengah eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang mencapai puncaknya pada awal 2026, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) atau Sepah-e Pasdaran berdiri sebagai aktor sentral yang menentukan arah geopolitik kawasan. Sejak dibentuk pasca-Revolusi 1979, IRGC telah bertransformasi dari sekadar milisi revolusioner menjadi institusi militer-ekonomi paling berpengaruh di Republik Islam Iran.
Didirikan atas dekret Ayatollah Ruhollah Khomeini pada Mei 1979, IRGC memiliki tugas unik yang berbeda dari militer konvensional (Artesh). Berdasarkan Pasal 150 Konstitusi Iran, IRGC bertanggung jawab untuk "menjaga Revolusi Islam dan pencapaiannya". Hal ini memberikan mereka wewenang luas untuk melakukan intervensi baik di dalam negeri guna memadamkan pembangkangan, maupun di luar negeri untuk memperluas pengaruh ideologis Iran.
IRGC memiliki struktur militer lengkap yang mencakup Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Dirgantara. Namun, dua cabang yang paling sering menjadi sorotan dunia adalah:
Kekuatan IRGC tidak hanya berasal dari moncong senjata, tetapi juga dari dominasi ekonomi. Melalui konsorsium industri seperti Khatam al-Anbiya, IRGC mengelola ribuan proyek infrastruktur strategis, mulai dari pembangunan bendungan, kilang minyak, hingga jaringan telekomunikasi. Hal ini membuat IRGC memiliki kemandirian finansial yang kuat, sehingga mampu meredam dampak sanksi ekonomi dari Barat.
Memasuki tahun 2026, peran IRGC semakin krusial menyusul transisi kepemimpinan pasca-meninggalnya Pemimpin Tertinggi. Sebagai penjaga stabilitas rezim, IRGC kini memegang kendali penuh atas kebijakan pertahanan, termasuk pengelolaan program nuklir dan rudal balistik yang menjadi titik didih hubungan Iran dengan komunitas internasional.
Memahami IRGC adalah kunci untuk memahami cara kerja kekuasaan di Iran. Sebagai entitas yang menggabungkan kekuatan militer, otoritas agama, dan kontrol ekonomi, IRGC tetap menjadi pilar utama yang menjaga eksistensi Republik Islam Iran di tengah badai sanksi dan ancaman konflik regional yang terus membayangi.
| Fitur | Artesh (Militer Reguler) | IRGC (Garda Revolusi) |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Pertahanan Teritorial | Perlindungan Ideologi & Rezim |
| Garis Komando | Staf Umum Bersenjata | Pemimpin Tertinggi (Langsung) |
| Operasi Luar Negeri | Terbatas | Sangat Aktif (via Pasukan Quds) |
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, berpotensi memicu dampak ekonomi global.
MESKIPUN kawasan Timur Tengah terus memanas akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, namun tidak berdampak pada penerbangan jemaah umrah.
ESKALASI konflik di Timur Tengah mulai berdampak signifikan terhadap konektivitas udara internasional di Bali.
Iran berduka atas gugurnya Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah petinggi militer dalam serangan AS-Israel. Presiden Pezeshkian sebut ini deklarasi perang terbuka.
Komunikasi dilakukan dengan KBRI Teheran (Iran), KBRI Riyadh (Arab Saudi), KBRI Muscat (Oman), KBRI Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), KBRI Manama (Bahrain), KBRI Doha (Qatar), serta KBRI Kuwait.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved