Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Komnas Haji Desak Pemerintah Jamin Keamanan dan Keselamatan Jemaah Umrah

Ficky Ramadhan
02/3/2026 15:10
Komnas Haji Desak Pemerintah Jamin Keamanan dan Keselamatan Jemaah Umrah
Ilustrasi.(Antara Foto)

AKIBAT ketegangan antar Iran, Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah, ribuan jemaah umrah asal Indonesia terancam tidak dapat kembali ke Tanah Air sesuai jadwal. Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj, mendesak pemerintah menjamin keamanan serta keselamatan jemaah umrah di tengah situasi perang yang tidak menentu.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi. 

"Dalam kondisi perang yang masih serba tidak menentu tersebut, pemerintah harus mengambil kebijakan dan langkah-langkah terukur terutama dalam memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada jemaah dari akibat dampak perang yang masih terus berkecamuk dan tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir," kata Mustolih, Senin (2/3).

Ia menegaskan, khususnya bagi Kementerian Haji dan Umrah sebagai leading sector dalam penyelenggaraan ibadah umrah, diperlukan langkah inisiatif dan proaktif dengan memperkuat koordinasi lintas sektor.

"Terutama bagi Kementerian Haji dan Umrah sebagai leading sector dalam penyelenggaraan ibadah umrah perlu mengambil langkah inisiatif dan aktif bekerja sama serta berkomunikasi secara intens dengan jajaran Kementerian Luar Negeri, maskapai, PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah), organisasi asosiasi haji dan umrah, tentu saja juga dengan otoritas Arab Saudi," ujarnya.

Mustolih juga menekankan pentingnya penyusunan mitigasi dan langkah darurat apabila situasi semakin memburuk dan jalur penerbangan udara belum juga dibuka sehingga jemaah umrah bisa kembali ke tanah air.

"Jika kondisi Timur Tengah kian memburuk, perang terus berkecamuk dan jalur penerbangan udara tidak juga dibuka, Kemenhaj perlu menyiapkan mitigasi dan langkah darurat (contingency plan) dengan menyiapkan pusat informasi sebagai crisis center bahkan jika diperlukan menyediakan tempat penampungan sementara bagi jemaah umrah hingga mempersiapkan penjemputan untuk memulangkan jemaah ke Tanah Air," tegasnya.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut sangat penting mengingat kemampuan finansial dan kesiapan logistik jemaah berbeda-beda. Tidak sedikit jemaah umrah yang berangkat dengan dana terbatas sesuai rencana perjalanan awal.

"Begitu juga dengan kemampuan PPIU, belum lagi di antara ribuan jemaah umrah tersebut juga ada yang melakukan umrah mandiri tanpa melalui biro jasa travel," jelas Mustolih.

Komnas Haji juga mengimbau jemaah yang saat ini masih berada di Arab Saudi untuk tetap mengikuti seluruh arahan dan informasi resmi dari pemerintah. Sementara bagi calon jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat, disarankan untuk menunda keberangkatan hingga situasi benar-benar kondusif.

(H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya