Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Kemenhaj Pantau Ketat Keselamatan 58.873 Jemaah Umrah

Akmal Fauzi
28/2/2026 22:29
Eskalasi Konflik Timur Tengah, Kemenhaj Pantau Ketat Keselamatan 58.873 Jemaah Umrah
Ilustrasi: Jemaah Umrah di Makkah, Arab Saudi(kemenhaj)

ESKALASI keamanan di kawasan Timur Tengah berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju Arab Saudi. Sejumlah maskapai dilaporkan telah melakukan perubahan rute hingga penundaan jadwal penerbangan sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika situasi regional.

Situasi ini secara otomatis memengaruhi jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah asal Indonesia, baik yang saat ini tengah berada di Tanah Suci maupun jemaah di Tanah Air yang sedang menunggu jadwal keberangkatan.

Puluhan Ribu Jemaah Dalam Pantauan

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia saat ini berada di Arab Saudi. Pemerintah memastikan kondisi seluruh jemaah terpantau melalui koordinasi ketat dengan perwakilan RI dan otoritas setempat.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Raharjo, menyatakan bahwa pihaknya terus memonitor perkembangan situasi dengan cermat.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo dalam keterangan yang diterima, Sabtu (28/2).

Komunikasi Intensif dengan PPIU

Puji juga menginstruksikan seluruh PPIU untuk menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh. Hal ini bertujuan agar setiap perubahan situasi di lapangan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Imbauan untuk Keluarga di Tanah Air

Pemerintah berkomitmen memberikan perlindungan maksimal dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan jemaah. Kemenhaj pun meminta pihak keluarga di Indonesia untuk tetap tenang.

Negara memastikan hadir melalui pemantauan intensif agar jemaah tetap terlayani dengan baik. Keluarga diharapkan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak jelas sumbernya. Untuk mendapatkan informasi valid, masyarakat disarankan untuk terus berkomunikasi melalui PPIU masing-masing agar setiap perkembangan berasal dari saluran resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya