Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Menhan AS Pete Hegseth Ingatkan Iran: Buat Kesepakatan atau Perang

Media Indonesia
24/2/2026 19:21
Menhan AS Pete Hegseth Ingatkan Iran: Buat Kesepakatan atau Perang
Pasukan AS.(Al Jazeera)

MENTERI Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, menegaskan bahwa Washington membuka seluruh opsi, termasuk tindakan militer, dalam pendekatannya terhadap Iran. Hegseth mendesak Teheran untuk segera kembali ke meja perundingan guna mencapai kesepakatan nuklir baru.

Berbicara kepada awak media saat kunjungan kerja di Colorado pada Senin (23/2/2026), Hegseth menyampaikan bahwa meskipun Presiden Donald Trump memprioritaskan solusi diplomatik, militer AS telah menyiapkan rencana darurat (contingency plans) jika negosiasi menemui jalan buntu.

"Iran harus membuat kesepakatan. Mereka memiliki kesempatan sekarang, dan itulah hasil yang lebih diinginkan oleh presiden," ujar Hegseth tegas.

Kesiapan Pentagon dan Opsi Militer

Hegseth menekankan bahwa tugas utama Pentagon saat ini adalah menyediakan berbagai opsi strategis bagi Panglima Tertinggi. Ia tidak menampik bahwa serangan militer tetap masuk dalam pertimbangan serius jika Iran memutuskan untuk menolak poin-poin kesepakatan yang ditawarkan.

"Semua masih menjadi opsi. Itu keputusan presiden. Kami di sini untuk membantu memastikan kesepakatan tercapai, dan saya pikir Iran akan bijak jika memilih untuk membuat kesepakatan yang baik," tambahnya.

Pernyataan Menhan Hegseth ini memperkuat posisi AS yang tetap agresif tetapi terbuka pada jalur diplomasi, sekaligus memberikan tekanan psikologis menjelang pertemuan tingkat tinggi di Eropa.

Trump Bantah Isu Keretakan dengan Jenderal Dan Caine

Di saat yang sama, Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social membantah keras laporan media yang menyebut adanya penolakan dari internal militer. Sebelumnya, beredar rumor bahwa Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, memperingatkan risiko besar dari konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.

"Banyak cerita dari media berita palsu yang menyatakan Jenderal Daniel Caine menentang kita untuk pergi berperang dengan Iran. Itu 100 persen tidak benar," tulis Trump.

Trump menegaskan kembali bahwa otoritas penuh terkait pengerahan kekuatan militer berada di bawah kendalinya. Ia menyatakan lebih memilih kesepakatan damai, namun tidak akan ragu mengambil langkah drastis jika kepentingan nasional AS terancam.

"Jika kita tidak mencapai kesepakatan, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi negara itu dan rakyatnya. Hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi pada mereka," ucap Trump menambahkan.

Pertemuan Krusial di Jenewa

Ketegangan antara Washington dan Teheran ini terjadi hanya beberapa hari sebelum delegasi kedua negara dijadwalkan bertemu di Jenewa, Swiss, pada Kamis mendatang. Pertemuan ini dianggap sebagai peluang terakhir untuk meredakan spekulasi perang yang kian memanas di tingkat regional.

Dunia internasional kini menyoroti apakah tekanan ekonomi dan ancaman militer dari pemerintahan Trump akan berhasil memaksa Iran menandatangani kesepakatan baru, atau justru memicu eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya