Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Iran Tolak Negosiasi dengan AS, Indonesia Tawarkan Diri Jadi Mediator

Ferdian Ananda Majni
02/3/2026 19:47
Iran Tolak Negosiasi dengan AS, Indonesia Tawarkan Diri Jadi Mediator
Iran Tolak Negosiasi dengan AS.(Dok. BBC)

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan Teheran tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat meski mengapresiasi kesiapan Indonesia untuk menjadi mediator. Pemerintah Indonesia sebelumnya menyatakan Presiden Prabowo Subianto siap memfasilitasi dialog jika disetujui kedua pihak.

"Kami tentu menyampaikan apresiasi atas pesan dan kesiapan yang telah disampaikan Indonesia. Tetapi bagi kami tidak ada negosiasi dengan negara yang melancarkan permusuhan dengan kami yaitu Amerika Serikat," kata Boroujerdi dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (2/3).

Ia juga mempertanyakan komitmen Amerika Serikat dalam menghormati kesepakatan internasional. Boroujerdi menyinggung serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran sebagai alasan ketidakpercayaan tersebut.

"Apa jaminan Amerika Serikat patuh terhadap sebuah kesepakatan? Kami berharap negara-negara Islam apabila melihat serangan ini merupakan langkah yang ilegal, maka harus memberikan kutukan secara keras terhadap serangan ilegal yang terjadi," ungkap Boroujerdi.

Harapan Dukungan OKI dan PBB

Boroujerdi turut menyerukan dukungan dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia berharap forum internasional tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan dukungan politik terhadap Iran.

"Kedua, kami berharap negara-negara Islam menggunakan seluruh kemampuan dan potensinya di badan OKI sekaligus PBB untuk memberikan dukungan kepada Iran," ucapnya.

Ia juga menginginkan kampanye internasional untuk menolak peperangan tetap digencarkan di tengah eskalasi yang berlangsung.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi dialog guna menciptakan kembali stabilitas keamanan di kawasan.

"Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis Kemlu (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya