Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Diego Garcia: Pangkalan Militer Strategis Inggris di Samudra Hindia dan Keunggulan Geografisnya Dekat Sumatra

Cahya Mulyana
02/3/2026 19:29
Diego Garcia: Pangkalan Militer Strategis Inggris di Samudra Hindia dan Keunggulan Geografisnya Dekat Sumatra
Pangkalan Militer Inggris Diego Garcia.(Globacharting)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan butuh "terlalu lama" bagi Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk mengubah pendiriannya setelah awalnya menolak mengizinkan penggunaan pangkalan Diego Garcia milik Inggris-AS untuk menargetkan Iran.

Diketahui Diego Garcia, pangkalan militer milik Inggris yang digunakan bersama Amerika Serikat, terletak di Kepulauan Chagos, Samudra Hindia, sekitar 2.000 kilometer sebelah selatan Pulau Sumatra, Indonesia. Lokasinya yang strategis menjadikan pangkalan ini sebagai pusat operasi militer dan logistik penting bagi kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan Samudra Hindia.

Pangkalan Diego Garcia berdekatan dengan beberapa wilayah dan jalur strategis:

  • Pulau Sumatra, Indonesia – Sekitar 2.000 km utara pangkalan, dekat jalur pelayaran internasional Selat Malaka, salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia.
  • Maladewa – Sekitar 1.800 km utara-patung Diego Garcia, wilayah kepulauan penting untuk pemantauan maritim.
  • Sri Lanka – Sekitar 1.600 km timur laut pangkalan, memungkinkan akses cepat ke Samudra Hindia bagian utara.
  • India Selatan – Sekitar 1.500 km timur laut, menjadi area pengawasan strategis bagi jalur perdagangan dan militer.
  • Selat Malaka dan Laut Andaman – Pangkalan ini memberi keunggulan untuk memonitor aktivitas maritim dan jalur perdagangan penting di Asia Tenggara.

Diego Garcia memiliki fasilitas landasan pacu panjang, gudang logistik, sistem komunikasi canggih, dan pangkalan laut yang dapat menampung kapal perang dan jet tempur. Posisi geografisnya memungkinkan operasi militer jangka panjang di Timur Tengah, Teluk Persia, dan wilayah Asia Tenggara.

Para analis menekankan bahwa keberadaan pangkalan ini memungkinkan AS dan Inggris untuk mengamankan jalur perdagangan global dan memproyeksikan kekuatan militer di Samudra Hindia dan sekitarnya. Meskipun berada jauh dari daratan utama, pangkalan ini memegang peran penting bagi stabilitas maritim dan keamanan regional.

Sementara, Starmer mengumumkan pada Minggu (1/3) malam bahwa pasukan AS akan diizinkan beroperasi dari pangkalan Inggris melawan Iran, tetapi hanya dalam peran terbatas yang menargetkan lokasi rudal.

Trump menyoroti masalah-masalah seputar Diego Garcia, di Kepulauan Chagos, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Daily Telegraph.

“Hal seperti itu mungkin belum pernah terjadi sebelumnya antara negara kita,” katanya, menambahkan: “Sepertinya dia khawatir tentang legalitasnya.”

Serangan militer AS-Israel terhadap Iran terjadi pada 28 Februari 2026, bertepatan dengan proses negosiasi antara Teheran dan Washington. Serangan tersebut menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi Iran. Sebagai tanggapan, Iran menargetkan lokasi-lokasi strategis di Israel, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, tempat pangkalan AS berada.

Bulan Sabit Merah Iran melaporkan bahwa setidaknya 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya