Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir yang sudah lebih sepekan merendam jalur utama Pulau Sumatera , yaitu jalan lintas timur (Jalintim) di KM 75 sampai KM 84 di Kabupaten Pelalawan, Riau , telah mengganggu arus kendaraan menuju Kota Pekanbaru, Riau, dan daerah lainnya di Sumatera.
Banjir dengan ketinggian lebih dari 40 sentimeter terjadi akibat luapan Sungai Kampar dan tingginya curah hujan di wilayah Riau.
Kapolda Riau Inspektur Jenderal (Irjen) Mohammad Iqbal meninjau langsung lokasi banjir di Jalintim pada Sabtu (6/1). Kapolda menegaskan pengguna jalan dan arus kendaraan jangan sampai terjebak atau terjebak di Jalintim.
Baca juga : Riau Perpanjang Status Siaga Darurat Hidrometeorologi Hingga 29 Februari
"Yang pertama masyarakat pengguna jalan. Jangan sampai stuck. Oleh karena itu strategi yang kita lakukan adalah merekayasa untuk tetap, walaupun tentunya tidak normal, tetap mengalir," kata Iqbal.
Ia melanjutkan, rekayasa itu berupa pola pengalihan arus dan pola buka tutup arus kendaraan. Bisa 1 jam sekali atau 30 menit sekali. Hal itu harus dilakukan karena tidak mungkin arus kendaraan berpapasan seperti dalam kondisi normal.
"Oleh karena itu perlu penguatan terintegrasi. Antara pemerintah daerah, pemerintah kabupaten. Ya kabupaten semua bukan hanya Pelalawan tetapi Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuansing (Kuantan Singingi), Pekanbaru, Kampar, sampai ke Rokan Hilir. Insya Allah besok saya minta izin ke Pak Gubernur. Besok Senin, kami akan rapat untuk mengantisipasi segala kemungkinan,” jelasnya.
Baca juga : Banjir Riau Mulai Surut, 1.622 KK Masih Mengungsi
Ia juga menambahkan, bagi pengguna jalan terutama yang menggunakan mobil, bis, dan truk, diimbau untuk bekerja sama dengan petugas kepolisian di lapangan yang bertugas selama 1x24 jam.
“Tekad kami adalah melakukan upaya pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya Polres Pelalawan telah memberlakukan sistem buka tutup terhadap kendaraan roda empat yang tinggi, sedangkan kendaraan roda empat dan dua yang berukuran kecil dilarang lewat. Sistem buka tutup arus kendaraan di Jalintim disebabkan adanya sejumlah kendaraan yang mogok dan terguling.
Baca juga : 2.066 Warga Riau Masih Mengungsi Akibat Banjir
“Untuk kemacetan kami diberlakukan buka tutup kendaraan karena di Km 83 dan 84 ada kendaraan yang mogok dan terguling. Kami juga sedang berusaha mengevakuasi kendaraan yang mogok maupun terguling,” kata Kapolres Pelalawan Ajun Komisaris Besar (AKB) Suwinto kepada Media Indonesia.
Ia mengungkapkan, mengimbau kendaraan yang melintasi Jalintim di Kabupaten Pelalawan, khususnya pada Km 75 hingga Km 84 untuk berhati-hati.
“Kendaraan melintas agar mentaati petunjuk dan aturan petugas di lapangan karena kami berusaha untuk mengurai kemacetan,” tegasnya.
Selain itu, lanjutnya, bagi kendaraan rodak empat dan roda dua yang berukuran kecil tidak bisa lewat karena debit air banjir tinggi. “Namun bagi kendaraan berukuran besar masih bisa lewat,” jelasnya.
Dalam mengatasi kemacetan akibat banjir di jalur utama Jalintim Sumatera itu, arus kendaraan juga disarankan untuk mengalihkan perjalanan ke jalur lintas tengah (Jalinteng) Sumatera melalui jalur Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.(Z-4)
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
Berkaca dari tahun sebelumnya, Disnaker Kota Pekanbaru menyadari masih ada beberapa laporan yang masuk tentang perusahaan yang belum membayar THR tepat waktu.
Menjelang periode mobilitas tinggi pada arus mudik Lebaran 2026, PT Hutama Karya (Persero) terus memacu pengerjaan pemeliharaan rutin di Ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai).
SELURUH Tempat Hiburan Malam (THM) yang beroperasi di wilayah Kota Pekanbaru akan dilarang beroperasi selama Ramadan 1447/2026 M.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Sejauh ini belum ada perusahaan yang mengajukan keberatan dengan besaran UMK 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved