Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Trump Kecam Rencana Inggris Serahkan Kepulauan Chagos

Thalatie K Yani
19/2/2026 05:22
Trump Kecam Rencana Inggris Serahkan Kepulauan Chagos
Kepulauan Chagos(US Navy)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam terhadap rencana Pemerintah Inggris untuk menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Trump memperingatkan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, agar tidak melepas wilayah tersebut, terutama Pulau Diego Garcia yang menjadi pangkalan militer vital bagi sekutu.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan tanah tersebut seharusnya tetap menjadi milik Inggris. Ia menilai langkah London menyerahkan kepulauan itu akan menjadi "noda bagi sekutu besar kita."

Kritik Trump terhadap Sistem Sewa 99 Tahun

Berdasarkan kesepakatan yang diumumkan Mei lalu, Inggris akan menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius, namun akan menyewa kembali Diego Garcia, pulau terbesar di kepulauan tersebut, selama 99 tahun untuk kepentingan basis militer bersama AS-Inggris.

"Saya telah memberi tahu Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, sistem sewa tidaklah baik bagi sebuah negara, dan dia membuat kesalahan besar dengan menyetujui sewa 100 tahun," tulis Trump.

Trump juga menyinggung posisi strategis Diego Garcia di Samudra Hindia. Ia bahkan mengaitkan pangkalan tersebut dengan potensi konflik dengan Iran.

"Jika Iran memutuskan untuk tidak membuat kesepakatan, Amerika Serikat mungkin perlu menggunakan Diego Garcia... untuk membasmi potensi serangan oleh rezim yang sangat tidak stabil dan berbahaya," tambahnya.

Respons Berlawanan dari Internal Washington

Pernyataan keras Trump ini menciptakan kebingungan diplomatik. Pasalnya, hanya sehari sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS secara resmi memberikan dukungan penuh terhadap keputusan Inggris tersebut. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa publik harus menganggap unggahan Trump sebagai kebijakan resmi administrasinya.

Di sisi lain, Kantor Luar Negeri Inggris (Foreign Office) bersikeras bahwa kesepakatan Chagos sangat krusial bagi keamanan Inggris dan sekutu. Mereka mengklaim perjanjian ini adalah satu-satunya cara untuk menjamin masa depan pangkalan militer tersebut dalam jangka panjang.

Tekanan Politik di Inggris

Kritik Trump ini memicu gelombang tekanan bagi PM Starmer di dalam negeri. Sekretaris Luar Negeri bayangan dari Partai Konservatif, Dame Priti Patel, menyebut komentar Trump sebagai "penghinaan mutlak" bagi Starmer. Sementara itu, pemimpin Liberal Demokrat, Sir Ed Davey, menilai sikap Trump yang kerap berubah-ubah menunjukkan bahwa Inggris harus mulai mencari sekutu yang lebih stabil di Eropa.

Sengketa kedaulatan ini bermula sejak tahun 1965 ketika Inggris memisahkan Chagos dari Mauritius demi kepentingan militer. Hal ini memicu pengusiran paksa ribuan warga asli Chagos (Chagossian) yang hingga kini masih berjuang menolak kesepakatan tersebut karena merasa hak-hak mereka diabaikan. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya