Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

AS Mulai Gunakan Pangkalan Militer Inggris

Thalatie K Yani
08/3/2026 06:30
AS Mulai Gunakan Pangkalan Militer Inggris
Presiden AS Donald Trump(White House)

PEMERINTAH Inggris resmi mengumumkan Amerika Serikat (AS) telah mulai menggunakan sejumlah pangkalan militer milik Inggris untuk mendukung operasi militer terhadap Iran di tengah berkecamuknya perang di Timur Tengah. Pengumuman ini disampaikan Kementerian Pertahanan Inggris pada Sabtu (7/3).

Pihak kementerian menyatakan militer AS mulai memanfaatkan situs-situs strategis tersebut untuk "operasi defensif spesifik guna mencegah Iran menembakkan rudal ke wilayah kawasan". Izin ini diberikan setelah Perdana Menteri Keir Starmer menyetujui permintaan AS untuk menggunakan dua pangkalan penting, RAF Fairford di Gloucestershire, Inggris barat daya, dan pangkalan Diego Garcia di Kepulauan Chagos, Samudra Hindia.

Kehadiran Pesawat Pengebom AS dan Penolakan Trump

Aktivitas militer AS mulai terlihat nyata di RAF Fairford. Sebuah pesawat pengebom B-1 Lancer milik Angkatan Udara AS dilaporkan mendarat pada Sabtu, disusul kehadiran pesawat angkut raksasa C-5 Galaxy di landasan pacu yang sama. Kehadiran alutsista ini memicu aksi unjuk rasa dari kelompok anti-perang di luar pangkalan.

Meski Inggris akhirnya melunak, Presiden AS Donald Trump justru melontarkan kritik pedas. Sebelumnya, Trump menyindir keengganan awal Starmer untuk terlibat dalam konflik yang dimulai sejak 28 Februari lalu. Trump bahkan sempat mengejek Starmer dengan mengatakan, "Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi."

Melalui platform Truth Social, Trump secara terbuka menolak kemungkinan pengiriman dua kapal induk Inggris ke wilayah konflik.

"Britania Raya, sekutu besar kita, mungkin yang terbesar dari semuanya, akhirnya berpikir serius untuk mengirim dua kapal induk ke Timur Tengah," tulis Trump. "Tidak apa-apa, Perdana Menteri Starmer, kami tidak membutuhkan mereka lagi. Tetapi kami akan ingat. Kami tidak butuh orang yang bergabung dalam Perang setelah kami menang!"

Dilema Politik Keir Starmer

Keputusan Starmer untuk mengizinkan penggunaan pangkalan militer ini merupakan perubahan sikap yang signifikan. Sebelumnya, ia bersikeras bahwa setiap tindakan Inggris harus memiliki basis hukum yang sah dan rencana yang matang. Namun, serangan rudal dan drone Iran sebagai balasan atas serangan AS-Israel dinilai telah mengancam kepentingan dan sekutu Inggris di kawasan tersebut.

Langkah ini tetap menjadi isu sensitif di internal Partai Buruh. Para anggota parlemen masih dibayangi trauma politik akibat dukungan mantan PM Tony Blair terhadap invasi Irak tahun 2003. Di sisi lain, jajak pendapat Survation menunjukkan 56 persen warga Inggris mendukung keputusan awal Starmer untuk tidak terlibat dalam serangan awal.

Gejolak juga terjadi di jalanan London. Ribuan demonstran melakukan aksi long march menuju Kedutaan Besar AS, membawa poster bertuliskan "Hentikan Perang Trump" dan menuntut penghentian pasokan senjata ke Israel. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya